31 Orang Tewas dan Ratusan Dilarikan ke Rumah Sakit, Akibat Keracunan Miras di India

Sedikitnya 31 orang tewas dan beberapa lainnya dirawat di rumah sakit di negara bagian Bihar, India, setelah menenggak minuman keras (miras) beracun. (Photo : AFP / BIJU BORO)
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Sedikitnya 31 orang tewas dan beberapa lainnya dirawat di rumah sakit di negara bagian Bihar, India, setelah menenggak minuman keras (miras) beracun. Hal itu diungkapkan oleh pihak berwenang dan media setempat. Kematian akibat miras beracun ini terjadi di dua desa di negara bagian timur India yang miskin.

Padahal wilayah ini telah melarang penjualan dan konsumsi minuman keras sejak 2016 saat kelompok perempuan berkampanye melawan kebiasaan pekerja miskin menghabiskan sedikit pendapatan mereka untuk minum miras.

Larangan semacam itu yang juga berlaku di beberapa negara bagian India, mendorong berkembangnya pasar gelap untuk alkohol murah yang dibuat di tempat penyulingan jalanan yang tidak diatur yang membunuh ratusan orang setiap tahun. Dalam insiden terbaru, para pria di distrik Saran, hampir 60 km utara ibukota negara bagian Patna, mulai muntah pada Selasa sebelum kondisi mereka memburuk.

Beberapa orang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit dan lainnya meninggal saat dirawat pada Rabu dan Kamis, dengan laporan media lokal menyebutkan jumlah korban mencapai 31 orang. Para pejabat khawatir jumlah korban tewas dapat terus meningkat.

Perwira polisi senior Santosh Kumar mengatakan beberapa orang yang dirawat di rumah sakit kehilangan penglihatan. Dia menambahkan bahwa pihak berwenang menindak toko-toko minuman alkohol ilegal di daerah tersebut.  “Kami telah menangkap 126 orang dalam 48 jam terakhir setelah insiden itu
dilaporkan dan dua kasus telah didaftarkan,” kata Kumar seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (16/12/2022).

Warga India, saat antri beli minuman Alkohol. (Photo : bbc.com)

Dr Gopal Krishna, yang mengepalai pusat kesehatan primer di Saran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hampir 55 orang melapor ke pusat tersebut pada hari Rabu dengan berbagai penyakit.

“Beberapa mengeluh kehilangan penglihatan, mual, pusing, berkeringat, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi. Di antara mereka, 15 dipulangkan setelah perawatan dan sisanya dirujuk ke rumah sakit yang berbeda untuk perawatan lanjutan,” tuturnya, menambahkan bahwa empat orang meninggal segera setelah datang ke pusat kesehatan tersebut. 

Pada bulan Juli, 42 orang tewas di negara bagian barat Gujarat setelah meminum minuman keras oplosan. Gujarat adalah negara bagian India lainnya yang melarang produksi, penjualan, dan konsumsi minuman keras. Pada tahun 2020, sekitar 120 orang tewas di negara bagian Punjab utara dalam insiden serupa. (Ukhti Muti’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today