Ukraina Lancarkan “Serangan Paling Masif” Di Donetsk, Wilayah Yang Telah Diduduki Rusia Sejak 2014

'Serangan masif' Ukraina di Donetsk, wilayah pendudukan Rusia sejak 2014. (Photo: AP Photo)
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Menurut pernyataan seorang pejabat yang dilantik oleh Rusia, menyatakan bahwa pasukan Ukraina telah melancarkan serangan terbesar di wilayah Donetsk yang telah diduduki Rusia sejak 2014. Donetsk merupakan salah satu kota di Ukraina yang telah diduduki dan dikuasai oleh Rusia selama delapan tahun, dan menjadi salah satu dari empat wilayah Ukraina yang ingin dianeksasi pada bulan Oktober oleh Moskow yang melanggar hukum internasional.

Dilansir dari edition.cnn.com, Aleksey Kulemzin, walikota yang ditunjuk Moskow, menyatakan melaui Telegram bahwa “tepat pukul 07.00 pagi, (Ukraina) membuat pusat (kota) Donetsk mengalami serangan paling masif sejak tahun 2014.” “Empat puluh roket dari BM-21 ‘Grad’ MLRS ditembakkan ke arah warga sipil di kota kami,” ujarnya pada hari Kamis, dan Kulemzin juga menambahkan bahwa persimpangan utama di pusat kota Donetsk telah ditembaki.

Pertempuran di Ukraina meningkat lebih jauh ke selatan dikarenakan Rusia juga telah melancarkan serangan baru di Kherson, setelah gelombang penembakan fatal terjadi di wilayah tersebut awal pekan ini. Kherson telah direbut kembali oleh Ukraina pada bulan lalu dan menjadi salah satu terobosan paling signifikan dalam perang ini.

Serangan Rusia di Kherson membuat kota tersebut tidak mendapat pasokan listrik. (Photo: GettyImages/Artur Widak)

Menurut kepala administrasi militer Kherson di wilayah tersebut, dalam 24 jam terakhir, Kherson telah dihantam sebanyak 86 kali dengan “artileri, MLRS, tank, mortir, dan UAV.” Yaroslav Yanushevych melalui Telegram, mengatakan bahwa penembakan yang tengah berlangsung dari Moskow, menewaskan setidaknya dua orang pada hari Kamis dan melukai tiga orang lainnya.

Yanushevych menambahkan bahwa “salah satu (korban) adalah seorang sukarelawan, anggota tim respons cepat dari organisasi internasional. Selama penembakan, mereka berada di jalan, mereka terluka parah oleh pecahan peluru musuh.” Yanushevych juga menyampaikan bahwa pada hari Rabu, tiga orang tewas dan 13 lainnya terluka, termasuk seorang anak laki-laki berusia 8 tahun.

Serangan di Donetsk dan Kherson terjadi dengan dilatar belakangi oleh musim dingin yang memburuk di Ukraina akibat pemadaman listrik yang luas, dampak dari serangan terhadap infrastruktur penting oleh Rusia. Menurut Yanushevych, serangan di Kherson membuatnya “benar-benar terputus” dari pasokan listrik.

“Musuh menghantam fasilitas infrastruktur penting. Pecahan peluru merusak bangunan tempat tinggal dan tempat dimana bantuan medis dan titik distribusi bantuan kemanusiaan berada,” ujar Yanushevych pada hari Kamis dalam sebuah video Telegram.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today