Tabrakan Kereta Bawah Tanah Di Mexico City, Satu Orang Tewas Dan Sekitar 57 Orang Mengalami Luka

Tabrakan antara dua kereta di sistem kereta bawah tanah di Mexico City, menewaskan satu orang dan melukai 57 orang lainnya. (Photo: Reuters/Quetzalli Nicte-Ha)
0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Pada hari Sabtu, Walikota Mexico City mengatakan bahwa telah terjadi tabrakan antara dua kereta di sistem kereta bawah tanah, menewaskan satu orang dan melukai sekitar 57 orang lainnya.

Walikota Claudia Sheinbaum memberikan pernyataan dalam sebuah konferensi pers bahwa seorang masinis kereta berada dalam kondisi serius setelah insiden di stasiun La Raza dan Potrero di jalur metro 3.

Dilansir dari edition.cnn.com, diketahui empat orang lainnya tengah dirawat di rumah sakit setelah mereka diselamatkan dalam operasi penyelamatan yang melibatkan Kementerian Pertahanan, Angkatan Laut, dan badan Perlindungan Sipil, menurut Walikota Sheinbaum.

Walikota Sheinbaum mengatakan, “seperti biasa, prioritas kami adalah para korban dan juga keadilan akan ditegakkan.” Kantor kejaksaan Mexico City menyatakan melalui Twitter bahwa pihaknya sedang memulai penyelidikan yang disahkan pemerintah atas tabrakan tersebut.

Upaya penyelamatan para korban melibatkan Kementerian Pertahanan, Angkatan Laut, dan Perlindungan Sipil. (Photo: Reuters/Quetzalli Nicte-Ha)

Dilansir dari npr.org, Edgar Montiel, yang merupakan seorang teknisi listrik yang berada di salah satu kereta tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya merasa beruntung karena telah memutuskan untuk memasuki gerbong paling belakang pada menit terakhir.

“Kedengarannya sangat kuat. Saya hanya memejamkan mata ketika saya merasakan lembaran-lembaran gerbong menekuk dan melemparkan saya,” ujar Montiel.

Montiel berkata bahwa dia bersama dengan beberapa penumpang lainnya tetap berada di lantai gerbong kereta di tengah jeritan dan teriakan meminta tolong. “Listrik padam ke kereta bawah tanah dan banyak asap mulai keluar yang mencekik kami. Kami tidak bisa bernapas dengan baik,” kata Montiel.

Dengan bahu dan lengan kirinya yang diperban, Montiel menambahkan bahwa penumpang di gerbongnya harus menunggu sekitar 30 menit hingga paramedis tiba untuk membantu seluruh penumpang keluar dari kereta dan merawat yang terluka.

Presiden Andres Manuel Obrador, memberikan pernyataan melalui Twitter bahwa pemerintah federal mendukung para pejabat kota dalam menangani kecelakaan tersebut.

Pada tahun 2021, sistem kereta bawah tanah di Mexico City runtuh, mengakibatkan tewasnya 26 orang dan melukai hampir 100 orang.

Laporan penyelidikan menunjukkan bahwa kegagalan struktural pada kekurangan dalam proses konstruksi menjadi penyebab utama dalam insiden tersebut, dan 10 mantan pejabat telah didakwa atas pembunuhan, cedera, dan kerusakan properti.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today