Keputusan yang dilakukan lewat rapat Exco PSSI, 12 Januari lalu atas pemberhentian liga 2 dan liga 3 dinilai kontroversial.
Sebab, PSSI dinilai melakukannnya secara sepihak. Sebab, klaim 20 klub ingin kompetisi dihentikan ternyata ada dugaan pemalsuan tanda tangan. Faktanya masih ada 15 klub Liga 2 yang masih ingin kompetisi dilanjutkan.
Pembatalan Liga 2 juga membuat sepak bola Indonesia tidak memiliki sistem degradasi. yang tidak sejalan dengan struktur FIFA.
FIFPro telah membuat rilisan resmi pada Kamis (26/1/2023) Sekretaris Jenderal FIFPRO Simon Colosimo, dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa “FIFA dan AFC harus turun tangan.
Karena keputusan yang menimbulkan berdampak serius pada kehidupan dan karier sekitar 700 pesepakbola profesional di Indonesia yang memiliki kontrak dengan klub Liga 2.

Sebelumnya, menurut Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan ada sejumlah alasan di balik keputusan menghentikan kompetisi kasta kedua tersebut.
Alasan pertama yaitu adanya permintaan dari mayoritas klub Liga 2 untuk menghentikan liga meski tak disebutkan berapa klub yang mengajukan. Alasan kedua penghentian karena sesuai dengan rekomendasi tim Transformasi Sepak Bola Indonesia seusai Tragedi Kanjuruhan.
Tim ini menyebut sarana dan prasarana klub Liga 2 belum memenuhi syarat yang ditetapkan.
Ketiga, ini sesuai dengan Peraturan Polisi (Perpol) nomor 10 tahun 2022.
Dalam Perpol itu disebutkan periode perizinan kompetisi maksimal 14 hari sebelum waktu pertandingan. Lebih lanjut pembatalan Liga 2 juga membuat sepak bola Indonesia tidak memiliki sistem degradasi. yang tidak sejalan dengan struktur FIFA. (Rifaldi Chandradinata)






