Update Korban Gempa Turki – Suriah Mencapai 33 ribu Jiwa

Gempa yang mengguncang Turki - Suriah pada (6/2/2023) sekitar pukul 04.14 waktu setempat lalu. Dengan kekuatan magnitudo 7,8 dan 7,6 setidaknya hingga tulisan ini dibuat (13/2/2023) telah tembus mencapai 33 ribu jiwa. (Photo : Reuters)
0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

Gempa yang mengguncang Turki – Suriah pada (6/2/2023) sekitar pukul 04.14 waktu setempat lalu. Dengan kekuatan magnitudo 7,8 dan 7,6 setidaknya hingga tulisan ini dibuat (13/2/2023) telah tembus mencapai 33 ribu jiwa.

Di tengah situasi tersebut, PBB disinyalir mengakui kesulitan mengirimkan bantuan gempa ke wilayah konflik di Suriah Dilansir CNN, PBB telah mengirimkan sejumlah bantuan kemanusiaan yang menuju barat laut Suriah dan sudah tiba di Turki.

Namun Kepala Penanganan Bencana PBB Martin Griffiths mengatakan bantuan itu masih kurang karena ada jutaan orang yang rumahnya hancur masih membutuhkan, Menurutnya, sejauh ini pihaknya telah mengecewakan para warga di barat laut Suriah.

Mereka saat ini merasa ditinggalkan, menanti bantuan internasional yang tak kunjung datang,” tutur Griffiths kepada AFP.

Namun Kepala Penanganan Bencana PBB Martin Griffiths mengatakan bantuan itu masih kurang karena ada jutaan orang yang rumahnya hancur masih membutuhkan, (Photo : Yasin Akgul/AFP)

Sejumlah suplai bantuan berupa alat-alat kesehatan ke wilayah pemberontak yang melawan Presiden Suriah Bashjar Al-Ashad tersendat. Wilayah tersebut juga masih dalam sanksi oleh Amerika Serikat dan sekutunya Seperti dikutip dari AFP, Total sedikitnya 10 truk menuju barat laut Suriah melalui perbatasan di jalur Bab Al-Hawa.

Mereka berjalan ber-iringan dengan membawa peralatan untuk perlengkapan shelter termasuk lembaran plastik, tali, baut, paku, selimut tebal, matras, hingga karpet.

Bab Al-Hawa sejauh ini menjadi satu-satunya jalur yang memungkinkan dilalui bagi rombongan bantuan kemanusiaan dari internasional selama 12 tahun perang sipil.

Sejumlah jalur ditutup setelah mendapat tekanan dari Rusia dan China.

Disisilain, Badan Kesehatan dunia (WHO) menyatakan telah berdiskusi dengan pemimpin suriah Bashar Al-Assad untuk bantuan kemanusiaan di Suriah.

WHO mengklaim pihaknya telah setuju membuka sejumlah perbatasan lagi demi pengiriman bantuan kemanusiaan menuju wilayah pemberontak.

Seperti dikutip dari AFP, Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus “Dia (Assad) telah setuju untuk membuka jalur perbatasan lainnya untuk keperluan darurat”. (Rifaldi Chandradinata)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today