Persidangan KLB PSSI telah digelar di Hotel Shangri La, Kamis (16/2/2023), untuk menenetukan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2023-2027 oleh pemilik suara atau voter.
Sementara itu, voters atau Para pemilik suara PSSI berjumlah 86 suara plus satu federasi tambahan. Ke-86 suara itu terdiri dari 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, 34 asosiasi provinsi (Asprov), dua asosiasi, dan satu federasi futsal Indonesia.
Dari hasil pertemuan tersebut, Erick Thohir terpilih jadi Ketua PSSI setelah meraih 64 suara, unggul dari tiga pesaingnya yaitu La Nyalla Mattalitti, Arief Putra Wicaksono, dan Doni Setiabudi.
Dalam pemilihan tersebut, Erick Thohir langsung dinyatakan menang mutlak pada putaran pertama, karena sudah memenuhi syarat 50 persen plus satu dari voters yang jumlahnya 86,
Tetapi hal yang patut disimak dalam acara KLB PSSI ini adalah drama sesaat pemilihan Waketum dimulai hingga akhir, ada beberapa situasi yang mengganjal sehingga membingungkan masyarakat. Dan berikut adalah kronologis drama pada saat KLB berlangsung:
Pemilihan Waketum (Pencoblosan Pertama): Zainudin amali dan Yunus Nusi Terpilih.
Awalnya, KLB PSSI telah menetapkan Zainudin Amali menjadi Wakil Ketua Umum kesatu, dan didampingi Yunus Nusi sebagai Wakil Ketua Umum kedua.
Zainudin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mendapat perolehan suara dengan total 66 suara, sedangkan Yunus Nusi terpilih dengan memperoleh 63 suara. Di urutan ketiga calon Wakil Ketua Umum PSSI lainnya yakni Ratu Tisha Destria meraih 41 suara.

Sementara itu 12 calon lainnya yaitu Ahmad Riyadh, Ahmad Sauqi Soeratno, Andre Rosiade, Doni Setiabudi, Duddy S Sutandi, Gede Widiade, Hasani Abdulgani, Hasnuryadi Sulaiman, Juni Ardianto Rachman, Maya Damayanti, Sadikin Aksa, dan Yesayas Oktavianus tidak ada yang memilih.
Namun kemudian hasil tersebut sempat diwarnai kericuhan, pasalnya sejumlah voters merasa suara mereka hilang sehingga beberapa voters melakukan protes.
Voters Meminta Diulang Karena Adanya Kecurangan.
Sejumlah voters mengaku calon yang didukung tidak mendapatkan suara saat penghitungan. Dilansir (Bola.net/Fitri Apriani) Pemilihan Waketum diulang karena sejumlah voters menduga banyak kertas suara yang hilang.
Sebab, ada kandidat yang dipilih tetapi tidak muncul dalam perhitungan suara.
“Banyak yang nulis Ratu Tisha hilang, ada yang nulis namanya Ahmad Sauqi Soeratno hilang, ada yang nulis namanya Ahmad Riyadh hilang, sehingga usul dari teman-teman itu ganti Komite Pemilihan (KP),” tutur Togar Simanjuntak, Voters dari Persiba Balikapapan.
“Tapi mantan Ketua Umum PSSI, Pak Ibul (Mochamad Iriawan) bilang, kami mendengarkanlah wibawa Pak Ibul, hitung ulang. Jadi Kongres ini diselamatkan oleh wibawanya Pak Ibul.”
“Kami marahnya para voters itu Komite Eksekutif (Exco) yang lama-lama itulah yang mengkhianati Ibul. Sekarang mau dikhianati pula ini semua peserta kongres. Itu yang bikin kami marah. Jadi penyelesaiannya Pak Ibul mengusulkan supaya hitung ulang,” imbuh Togar Simanjuntak.
Dan dari kejadian tersebut diputuskanlah pengambilan suara ulang
Pemilihan Waketum Putaran Kedua: Zainudin Amali Kalah, Ratu Tisha dan Yunus Nusi Terpilih
Dalam putaran kedua atau pemilihan yang diulang, menunjukan hasil yang mengejutkan dengan Ratu Tisha yang menjadi posisi teratas, suara Tisha melesat dengan memperoleh 54 dukungan dari voters, dan Yunus Nusi berada di posisi kedua dengan selisih satu atau (53 dukungan).
Dan Sementara itu Zainudin Amali tersungkur di posisi ketiga dengan perolehan 44 suara. Berdasarkan pemungutan ini Amali hilang 22 suara dari putaran awal.
Drama belum berhenti dari hasil pencoblosan ulang,
Secara Tiba-tiba Yunus Nusi Memutuskan Mundur
Yunus Nusi resmi mundur usai terpilih sebagai Wakil Ketua setelah terpilih dalam pencoblosan ulang di kongres luar biasa (KLB)
Dilansir CNN, Yunus Nusi dalam KLB PSSI “Demi kebersamaan kita bersama. Hari ini dengan teguh hati saya mengundurkan diri jadi Wakil Ketua Umum PSSI,” ucapnya
Dengan mundurnya Yunus, otomatis Menpora Zainudin Amali naik lagi menjadi Wakil Ketua Umum PSSI bersama Ratu Tisha.
Zainudin Amali Kembali Menjadi Wakil
Pengamat bola Akmal Marhali, dilansir berita satu TV ia beranggapan bahwa sederet drama Ini menciderai statuta FIFA, “tidak ada itu suara bisa dialihkan kepada calon berikutnya kalau mau mengundurkan diri pak Yunus Nusi harusnya dari awal dia mengundurkan diri sebelum pemilihan tidak bisa suaranya dihibahkan.
Terlebih juga kebohongan publik yang dimunculkan dalam pemilihan Wakil Ketua Umum PSSI, bisa saja komite pemilihan dipidanakan, karena melakukan pembohongan publik dengan membacakan nama orang yang tidak tertera dalam surat pemilihan”. (Rifaldi Chandradinata)






