Menhan Inggris, Ben Wallace Klaim Senjata Nuklir NATO Bisa Bikin Nyali Rusia Menciut

Ben Wallace, dalam Konferensi Keamanan Munich, mengatakan bahwa dirinya bangga dengan senjata nuklir yang dimiliki NATO. (Photo: EPA-EFE/Andy Rain)
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, bangga dengan senjata nuklir yang dimiliki NATO. Dia mengeklaim persenjataan itu telah membuat Rusia tidak berani mengancam perbatasan negara-negara aliansi.

Berbicara di Konferensi Keamanan Munich, Wallace mengatakan perang di Ukraina telah mengingatkan NATO akan pentingnya senjata nuklir yang dimiliki oleh tiga anggotanya Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah mengumbar isyarat berulang kali bahwa dia dapat menggunakan senjata nuklir dalam konflik di Ukraina jika eksistensi Moskow terancam. Wallace mengatakan krisis di Ukraina adalah pengingat bahwa NATO adalah aliansi nuklir.

“Benar-benar ada musuh di luar sana yang siap membangkitkan senjata nuklir,” katanya, seperti dikutip The National, Sabtu (18/2/2023).

“Memiliki senjata nuklir di lingkungan ini, ketika Anda memiliki Rusia yang mungkin memiliki persenjataan terbesar di Bumi, penting untuk mempertahankan pencegahan itu,” ujarnya.

Wallace menyampaikan bahwa perang Ukraina telah mengingatkan NATO akan pentingnya senjata nuklir yang dimiliki tiga anggotanya Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris. (Photo: forces.net)

“Saya bangga kami memiliki aliansi nuklir sebagai bagian dari NATO. Saya pikir Rusia tahu itu. Rusia menghormati perbatasan NATO karena itu.”

Ukraina bukan anggota NATO, meski telah berulang kali mengajukan diri untuk bergabung.

Sementara itu Rusia terus mengeluh tentang ekspansi NATO di dekat perbatasannya tetapi belum menyerang anggota aliansi seperti Lituania, Estonia, atau Latvia.

Wallace menyebutkan ancaman baru dari presenter televisi pro-Kremlin, Vladimir Solovyov, bahwa London dapat “berubah menjadi abu” oleh senjata Rusia.

Dia mengatakan setiap eskalasi nuklir Rusia di Ukraina akan membawa respons yang sangat parah, tetapi dia tidak akan memberikan perincian.

“Rusia mungkin menonton dan mereka ingin tahu apa yang akan kami lakukan jika mereka menggunakan senjata nuklir taktis, itulah mengapa kami tidak akan mengatakannya,” katanya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan diakhirinya “perang pedang nuklir”, sementara retorika Putin juga menuai teguran langka dari Presiden China Xi Jinping.

“Untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dingin, sebenarnya cukup masuk akal bahwa senjata nuklir akan digunakan di Eropa,” kata Claudia Major, seorang peneliti di German Institute for International and Security Affairs.

“Kemenangan Rusia dalam bayang-bayang senjata nuklir akan secara mendasar mengubah tatanan nuklir yang kita miliki, dan itu mungkin benar-benar mendorong negara lain untuk melakukan hal yang sama.” (Ukhti Muthi’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today