Pada hari Senin, sebuah jet pengintai milik Angkatan Laut Amerika Serikat terbang melintasi Selat Taiwan. Pesawat tersebut diketahui terbang dalam sebuah manuver yang memiliki tujuan untuk menegaskan hak terkait beroperasi di wilayah udara internasional, walaupun mendapat penolakan keras dari militer China.
Dilansir dari edition.cnn.com, Armada ke-7 Amerika Serikat, memberikan pernyataan di hari Senin, bahwa penerbangan P-8A Poseidon yang terbang melintasi jalur air pemisah antara China dan pulau Taiwan, dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum internasional, menunjukkan “komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.”
Tetapi, Kolonel Senior Angkatan Darat Shi Yi, selaku juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), memberikan tuduhan bahwa Washington melebih-lebihkan penerbangan itu dan meningkatkan ketegangan.
Menurut Shi dalam laporan di situs web PLA, mengatakan bahwa penerbangan Amerika Serikat “dengan sengaja mengganggu situasi regional dan membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.”
Tuduhan tersebut diperkuat di media pemerintah China, melalui sebuah cerita di dalam tabloid Global Times yang dioperasikan pemerintah nasionalis yang menyebutkan bahwa penerbangan jet dan perang anti-kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat tersebut “hanyalah provokasi lain yang bertujuan untuk menimbulkan masalah.”

Armada ke-7 Amerika Serikat, menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan terus “terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional, termasuk di Selat Taiwan.”
Dilaporkan bahwa setiap hari Beijing telah mengerahkan pesawat dan kapal militer ke Selat Taiwan, bertujuan untuk meningkatkan tekanan militer di pulau Taiwan.
Kementerian Pertahanan Taiwan, pada hari Selasa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melihat sekitar 14 pesawat serta tiga kapal angkatan laut milik PLA di sekitar pulau Taiwan.
Penerbangan P-8A Amerika Serikat di hari Senin merupakan penerbangan kedua dalam kurun waktu kurang dari seminggu, yang dimana hal itu telah menarik perhatian PLA.
Pada saat melakukan penerbangan di hari Jumat, Poseidon Amerika Serikat bersama dengan kru CNN, dicegat oleh jet tempur milik PLA di atas Laut Cina Selatan dekat dengan Kepulauan Paracel.
Pencegatan tersebut terjadi pada saat lapangan terbang milik PLA di Kepulauan Paracel, telah memberikan peringatan kepada pesawat Amerika Serikat untuk segera menjauh dari wilayah yang diklaim sebagai wilayah udara China di sekitar kepulauan itu.







