Pesawat Mata-mata Rusia Ditembak Jatuh di Belarus

Munculnya laporan yang menyebutkan serangan kepada pesawat mata-mata Rusia A-50U di Pangkalan Udara Machulishchy di Belarus. (Photo : Andrey Smirnov)
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Munculnya laporan yang menyebutkan serangan kepada pesawat mata-mata Rusia A-50U di Pangkalan Udara Machulishchy di Belarus.

Dikutip dari Newsweek, pada hari Senin (27/2/2023) pesawat akan diserang oleh drone yang diklaim lancarkan aktivitas anti pemerintah Belarus, BPYPOL.

Oleh karena itu, pesawat mata-mata rusia bernilai mencapai ratusan juta dollar AS, dilaporkan hancur setelah diserang pada hari Minggu (26/2/2023).

Kemudian, sebuah kelompok pemantau, Hajun, mengetwit bahwa pesawat Rusia bernilai 300 juta dollar AS tiba di Belarus pada (3/1/2023) sudah melakukan penerbangan dalam waktu 54 hari.

Laporan ini sudah dikonfirmasi, jika benar itu terjadi, akan mendapatkan kerugian besar bagi Angkatan Udara Rusia.

Pesawat mata-mata rusia bernilai mencapai ratusan juta dollar AS, dilaporkan hancur setelah diserang pada hari Minggu (26/2/2023). (Photo : National Interest)

Tidak hanya itu, kerusakan pesawat mata-mata A-50U, jika benar terjadi akan menjadi tanda perkembangan baru bagi perang yang masih bekecamuk di Ukraina telah berlangsung lebih dari setahun.

A-50U merupakan pesawat pengintai dapat melihat target udara, jarak sampai 643 km dan target darat sekitar 289 mil.

The National Interest sudah melaporkan, A-50U melacak sekitar 300 target darat atau 40 udara secara bersamaan. Dengan memiliki daya jangkau 997 km, A-50U, dengan mengontrol 10 pesawat tempur, baik untuk misi pencegatan udara ke udara atau serangan darat.

Pada hari Selasa (28/2/2023), seorang pejabat Belarus sudah merespons serangan drone yang merusak mata-mata Rusia, pejabat tersebut menegaskan kabar terkait hal ini merupakan berita bohong.

Sebelum terjadi insiden ini, beberapa kali aksi sabotase lain di Belarus, termasuk ada serangan drone di pangkalan Unit Penegakan Hukum (OMON) pada 2021.

Seorang jurnalis di Belarus yang bernama Hanna Liubakova, mengatakan bahwa insiden terbaru menargetkan pesawat Rusia akan mendorong aksi sabotase lainnya.

Hal itu, belum pasti apakah serangan lainnya sama dengan serangan drone mengingat otoritas Belarus kemungkinan meningkatkan langkah-langkah keamanan.

“Jelas meskipun ada resepsi, orang-orang melakukan perlawanan,”ujar Liubakova kepada Newsweek. Ia menambahkan, akan ada ancaman langsung terkait objek militer Rusia di Belarus, serangan semacam ini memicu kekhawatiran terhadap rezim saat ini karena timbul rasa tidak aman.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today