Diperkirakan sekitar 32 orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan antara dua kereta api yang terjadi di Yunani.
Dilansir dari Aljazeera.com, pada hari Selasa malam, diketahui kecelakaan itu terjadi di luar pusat kota Larissa yang diakibatkan oleh tabrakan antara sebuah kereta penumpang yang berasal dari Athena menuju ke kota utara Thessaloniki, dengan kereta kargo yang berangkat dari arah Thessaloniki.
Dilaporkan beberapa gerbong penumpang terbakar dan meledak akibat kecelakaan tersebut. Stergios Minenis, yang merupakan seorang penumpang selamat berusia 28 tahun, mengatakan bahwa, “kami mendengar ledakan besar, (itu adalah) 10 detik yang mengerikan.”
Minenis menambahkan, “kami membalikkan badan di dalam gerbong hingga kami jatuh miring, lalu ada kepanikan, kabel-kabel (di mana-mana) terbakar, api langsung menyala, saat kami membalikkan badan, kami dibakar, api ada di kanan dan kiri.”

Konstantinos Agorastos, selaku gubernur wilayah Thessaly, memberikan pernyataan kepada SKAI TV bahwa dalam kecelakaan tersebut, empat gerbong pertama dari kereta penumpang itu tergelincir, dan dua gerbong pertama terbakar, “hampir sepenuhnya hancur”.
Agorastos mengungkapkan bahwa kedua kereta itu saling melaju di satu jalur yang sama. “Mereka melaju dengan kecepatan tinggi dan salah satu (masinis) tidak mengetahui bahwa kereta lainnya akan datang,” ujar Agorastos.
SKAI memperilhatkan sebuah rekaman dari gerbong yang tergenlincir dan kontainer kargo yang terbalik beserta puing-puing kecelakaan berhamburan di jalanan.
Petugas penyelamat telah dikerahkan untuk mencari para penumpang yang terjebak di antara puing-puing gerbong dengan menggunakan obor bertenaga tinggi, dan beberapa petugas lainnya mencari korban selamat di sekitar ladang dekat lokasi kecelakaan tersebut.
Menurut seorang petugas penyelamat sukarelawan kepada penyiar ERT, menyampaikan bahwa, “kami sedang mengalami tragedi. Kami menarik keluar orang-orang yang masih hidup, yang terluka, ada yang meninggal. Kami akan berada di sini sepanjang malam, sampai kami selesai, sampai kami menemukan orang terakhir.”
Agorastos menyampaikan bahwa dari sekitar 250 penumpang, beberapa diantaranya mengalami luka ringan, dan telah dievakuasi dengan selamat menggunakan bus yang berangkat menuju ke arah Thessaloniki dengan jarak sekitar 130 kilometer.
Puluhan ambulans telah dikerahkan ke lokasi kecelakaan dan para petugas rumah sakit yang biasa menangani korban luka bakar telah disiagakan. Setelah kecelakaan tersebut, pemerintah mengadakan pertemuan darurat dan Thanos Plevris, selaku Menteri Kesehatan Yunani telah berangkat menuju lokasi kejadian.






