Pada hari Selasa, sebuah analisis telah diterbitkan di British Journal of Sports Medicine, menyatakan bahwa hanya dengan melakukan latihan fisik yang cukup selama 11 menit per hari, dapat mengurangi risiko kematian dini.
Dilansir dari nbcnews.com, para peneliti melakukan analisis data dari hampir 200 penelitian yang melibatkan sekitar lebih dari 30 juta peserta dari seluruh dunia. Para peserta diminta untuk melaporkan tingkat aktivitas mereka yang telah dilakukan setidaknya selama tiga tahun.
Kemudian para tim peneliti melakukan pengecekan terhadap hubungan antara aktivitas fisik dan 22 hasil kesehatan yang berbeda, termasuk di antaranya 14 jenis kanker, menjadikan analisis tersebut sebagai salah satu yang terbesar dari jenisnya.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dilaporkan bahwa orang yang cukup aktif selama 75 menit per minggu, termasuk melakukan kegiatan seperti hiking, berjalan cepat, bersepeda ke tempat kerja, ataupun bermain bersama dengan anak-anak mereka secara aktif, memiliki risiko rendah terhadap kematian secara keseluruhan, penyakit jantung, stroke, serta berbagai jenis kanker daripada orang yang tidak aktif.
1 dari 10 kematian dini yang diperkirakan oleh para peneliti, didefinisikan oleh World Health Organization (WHO) sebagai kematian antara usia 30 dan 70 tahun, menurut analisis mereka, hal itu dapat dicegah apabila setiap orang melakukan latihan fisik yang cukup selama 75 menit per minggu.

Menurut Leandro Garcia, selaku penulis analisis dan dosen kesehatan masyarakat di Queen’s University Belfast, mengungkapkan jika penelitian terbaru ini menggarisbawahi gagasan bahwa dengan melakukan sedikit latihan fisik lebih baik daripada tidak melakukan latihan fisik sama sekali.
Garcia mengatakan bahwa, “banyak orang berpikir bahwa untuk mendapatkan aktivitas fisik tingkat sedang, atau untuk memenuhi tingkat yang direkomendasikan ini, mereka harus mengikuti sesi olahraga yang terstruktur atau benar-benar melakukan aktivitas yang sangat berat, padahal kenyataannya, aktivitas yang kita lakukan dalam rutinitas kita juga bisa sangat bermanfaat.”
Tetapi, menurut seorang ahli epidemiologi dan kinesiologi di University of Massachusetts Amherst yang tidak terlibat di dalam penelitian ini, Amanda Paluch, menyampaikan untuk tidak menganggap latihan fisik selama 11 menit itu sebagai sebuah target harian minimum ataupun maksimum.
“Ini adalah angka yang sangat luas dan umum, jadi menaruh banyak stok pada angka tertentu akan sedikit menantang,” ungkap Paluch.







