Menurut Sebuah Penelitian Baru, Diet Mediterania Dapat Mengurangi Risiko Terkenanya Demensia

Menurut sebuah studi baru yang dirilis di jurnal medis BMC Medicine pada hari Senin mengungkapkan bahwa diet Mediterania dapat mengurangi risiko terkenanya demensia. (Photo: Pexels.com/Ella Olsson)
0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan makanan laut, buah, sayuran, kacang-kacangan, serta minyak zaitun dapat mengurangi risiko terkenanya demensia.

Dilansir dari nbcnews.com, menurut sebuah laporan yang dirilis di jurnal medis BMC Medicine pada hari Senin, melaporkan bahwa berdasarkan analisis data yang dilakukan terhadap lebih dari 60.000 manula, diketahui bahwa mereka lebih memilih untuk melakukan diet Mediterania, yang dimana diet tersebut dapat menurunkan risiko seseorang untuk terkena demensia hampir seperempatnya, dan bahkan bagi mereka yang mempunyai gen yang berisiko lebih besar terkena penyakit itu.

Menurut penulis utama dalam penelitian ini, Oliver Shannon, yang juga seorang dosen nutrisi manusia dan penuaan di Newcastle University, menyampaikan, “pesan utama dari penelitian ini adalah bahwa, bahkan untuk individu dengan risiko genetik yang lebih tinggi, mengonsumsi makanan yang lebih mirip Mediterania dapat mengurangi kemungkinan terkena demensia.”

Di antara beberapa orang yang memilih kandungan makanannya tidak seperti diet Mediterania, “sekitar 17 dari setiap 1.000 orang mengalami demensia selama sekitar sembilan tahun masa tindak lanjut penelitian,” ungkap Shannon.

Diet Mediterania merupakan sebuah pola makan yang dipenuhi dengan kandungan nabati sehat seperti sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan. (Photo: Pexels.com/The Lazy Artist Gallery)

Sedangkan, di antara beberapa orang yang memilih makanannya mengikuti diet Mediterania, menurut Shannon, “hanya sekitar 12 dari setiap 1.000 orang yang mengalami demensia.”

Diet Mediterania merupakan sebuah pola makan yang dipenuhi dengan kandungan nabati sehat seperti sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan. Diet ini juga kaya akan biji-bijian, buah-buahan, minyak zaitun, dan ikan.

Shannon mengungkapkan bahwa mereka yang teribat dalam penelitian ini juga biasanya mengonsumsi lebih sedikit daging merah ataupun daging olahan, permen, dan kue, serta mereka juga mengonsumsi lebih sedikit minuman yang mengandung pemanis.

Penelitian sebelumnya masih belum jelas terkait diet Mediterania yang dapat membantu mencegah demensia. Namun, faktanya mengatakan bahwa sebuah penelitian yang dirilis pada bulan Oktober, yang dimana penelitian tersebut telah melakukan pengamatan catatan medis dari 28.025 orang Swedia mengungkapkan bahwa diet Mediterania tidak melindungi dari demensia.

Sebaliknya, sebuah penelitian lain yang dirilis pada bulan Mei, melibatkan hampir 2.000 orang dewasa yang lebih tua, mengungkapkan bahwa diet dengan tinggi makanan yang terkait peradangan, yang dimana diet tersebut berbeda dengan diet Mediterania yang bersifat anti-inflamasi, memiliki kaitan dengan penuaan otak lebih cepat yang dapat dilihat dari pemindaian melalui MRI dan memiliki risiko lebih tinggi untuk pengembangan demensia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today