Pada hari Jumat, saat perusahaan telekomunikasi raksasa China, Huawei, telah memberikan konfirmasi terkait inovasi dalam teknologi desain semikonduktor, seorang bos di perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa industri chip di China akan “terlahir kembali” sebagai hasil dari sanksi yang diberikan Amerika Serikat.
Dilansir dari NBCNews.com, Eric Xu, selaku rotating chairman di Huawei, memberikan sebuah pernyataan yang menentang pembatasan ekspor teknologi Amerika Serikat terhadap China.
Dalam sebuah konferensi pers, ia mengatakan, “saya yakin industri semikonduktor China tidak akan berdiam diri, tetapi melakukan upaya-upaya penguatan diri dan kemandirian.”
Xu menambahkan, “untuk Huawei, kami akan memberikan dukungan kami untuk semua upaya penyelamatan diri, penguatan diri, dan kemandirian industri semikonduktor China.”

Diketahui bahwa semikonduktor sudah menjadi sebuah petunjuk di dalam pertempuran Amerika Serikat dan China yang lebih luas untuk mencapai supremasi teknologi. Sejak beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat tengah berusaha untuk memutuskan hubungannya dengan China dan perusahaan-perusahaan China melalui pemberian sanksi serta pembatasan ekspor.
Dilaporkan di tahun 2019 lalu, Huawei telah dimasukkan ke dalam sebuah daftar hitam milik Amerika Serikat yang dikenal dengan sebutan Daftar Entitas, yang dimana daftar tersebut memberikan pelarangan kepada perusahaan Amerika Serikat untuk menjual teknologi kepada perusahaan China, termasuk chip untuk jaringan seluler generasi berikutnya yang super cepat, 5G.
Pembatasan chip yang dilakukan kepada Huawei ini, diperkuat pada tahun 2020 dan secara efektif telah memisahkan Huawei dari chip terbaru yang diperlukan untuk kebutuhan smartphone buatannya.
Demi upayanya agar dapat menghalangi perusahaan-perusahaan China untuk mendapatkan semikonduktor penting yang mampu mengendalikan kecerdasan buatan dan aplikasi yang lebih canggih, tahun lalu, Amerika Serikat telah memperkenalkan pembatasan chip yang lebih luas.
Amerika Serikat memiliki kekhawatiran bahwa China dapat menggunakan semikonduktor tersebut untuk keperluan militernya.
Xu menyampaikan bahwa perkembangan ini dapat menjadi sebuah dorongan, bukan menghambat industri semikonduktor domestik milik China. “Saya yakin industri semikonduktor China akan terlahir kembali di bawah sanksi seperti itu dan mewujudkan industri yang sangat kuat dan mandiri,” ungkap Xu.






