Pihak Militer Myanmar Telah Memberikan Konfirmasi Terkait Serangan Udara di Wilayah Sagaing

Pihak militer Myanmar mengaku telah melakukan serangan udara terhadap sebuah aula komunitas di daerah Sagaing tengah yang menewaskan sekitar 50 orang, termasuk di antaranya para wanita dan anak-anak sekolah yang tengah menari. (Photo: AP Photo via ctvnews.ca)
0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Dilaporkan bahwa pihak militer Myanmar mengaku telah melakukan serangan udara terhadap sebuah aula komunitas di daerah Sagaing tengah yang menewaskan sekitar 50 orang, termasuk di antaranya para wanita dan anak-anak sekolah yang tengah menari.

Dilansir dari Aljazeera.com, pada hari Selasa, juru bicara militer, Zaw Min Tun, telah memberikan konfirmasi terkait serangan tersebut, menyampaikan bahwa pasukan keamanan telah melakukan serangan terhadap sebuah upacara pembukaan kantor yang diduga milik kelompok milisi di desa Pa Zi Gyi yang melawan pemerintahan mereka.

Ia juga memberikan pernyataan kepada kantor berita AFP bahwa beberapa di antara korban tewas merupakan para pejuang anti-kudeta yang berseragam, tetapi, “mungkin juga ada beberapa orang yang berpakaian sipil”.

Untuk beberapa kematian, Zaw Min Tun menyalahkan ranjau-ranjau yang telah ditanam oleh kelompok milisi, yang dimana kelompok tersebut dikenal dengan sebutan Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF).

Dikabarkan para saksi mata memberitahukan kepada media lokal bahwa serangan itu terjadi pada Selasa pagi, dengan pesawat jet tempur yang menjatuhkan bom ke arah balai desa.

Tidak lama setelah bom dijatuhkan, serangan helikopter pun datang dan menembaki para warga yang selamat di tempat kejadian serta menghambat upaya penyelamatan.

Mantan anggota parlemen di daerah tersebut, U Nay Zin Latt, mengatakan kepada situs berita Irrawaddy bahwa, “banyak orang termasuk anak-anak terbunuh dan jumlah korban mungkin lebih dari 50 orang.”

Sepeda motor dan pemukiman warga yang telah hancur akibat pengeboman dan serangan di desa Pa Zi Gyi. (Photo: AP Photo via CNN)

Tidak lama setelah serangan tersebut terjadi, salah seorang warga Pa Zi Gyi, Ko Aung, tiba di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa ia “membatu” melihat mayat-mayat bergeletakan di tanah. Ia juga mengatakan, “sepeda motor terbakar dan rumah juga hancur total akibat pengeboman. Orang-orang menangis sambil mencari kerabat mereka.”

Kepada situs berita Irrawaddy, Ko Aung menyampaikan bahwa ia telah kehilangan kerabat dalam serangan itu dan menambahkan bahwa dirinya harus berlindung di bawah sebuah jembatan beton pada saat helikopter Mi-35 muncul dari langit dan mulai melakukan penembakan terhadap orang-orang di tanah.

Apabila serangan ini telah dikonfirmasi, maka serangan yang dilakukan terhadap Pa Zi Gyi akan menjadi sebuah serangan paling mematikan di Myanmar sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi dalam kudeta yang terjadi di Februari 2021.

Beberapa media melaporkan bahwa jumlah korban diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang, tetapi, pihak Al Jazeera tidak dapat memverifikasi jumlah tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today