Tepat di tanggal 10 Oktober 2024, genap sudah selama setahun disepakati bahwa sejarah kelam tercatat. Selama 365 hari yang sudah tercapai saat ini, korban berjatuhan mencapai 41.825 syuhada. Angka tersebut di bagi menjadi beberapa golongan, sepperti 16.891 anak – anak, 11.458 perempuan. Sedangkan, lebih dari 10.000 lainnya belum kian ditemukan yang tertimbun reruntuhan.
“Badai Al-Aqsa memfokuskan kembali terkait perhatiannya terhadap global mengenai perjuangan Palestina. Operasi tersebut merupakan respon yang sangat wajar dan sah terhadap kejahatan yang dilakukan oleh Israel” pernyataan yang di muat oleh Al Mayadeen dalam laman RMOL.id.

Di samping itu, mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada rakyat Lebanon dan gerakan perlawanan sebagai bentuk dukungan penuh yang dilakukan juga oleh Yaman dan Irak.
Hizbullah turut dibanjiri pujian atas pendiriannya pada tanggal 8 Oktober, meskipun banyaknya agresi terhadap rakyat mereka yang kian meningkat.
“Kami sangat menghargai sekali bagaimana posisi Hizbullah pada 8 Oktober telah mendukung kami dan menyatukan semua lini meskipun ada agresi skala besar terhadap saudara-saudara Lebanon kami yang ikut pula mendukung” ujarnya dalam laman RMOL.ID
Dari sekian banyaknya persetujuan yang telah di satukan, faksi-faksi tersebut akhirnya mengusulkan agar tanggal 7 Oktober segera ditetapkan sebagai ‘Hari Perlawanan’. Tidak hanya itu, lambang perlawanan terhadap peenduduk dan para pemimpinnya juga turut serta campur aduk dalam struktur kesatuan sebagai Hari Pahlawan.
“Kami menyerukan dan mengusulkan pada tanggal 7 Oktober agar dijadikan sebagai hari perlawanan dan hari untuk mempermalukan wajah kependudukan dan para pemimpin terorisnya. Kami pun bangga dengan adanya penetapan hari tersebut, kami akan mengenang para pejuang yang gugur untuk selalu dihormati perjuangan dan keberanian untuk melawan” simpul mereka dalam laman RMOL.ID






