Kebijakan ‘Bertetangga yang Baik’ Prabowo Diperlihatkan dalam Kunjungan ke Moskow

Presiden terpilih dan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Ajudan Presiden Yury Ushakov. (Source: eurasiareview.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

Sejak kemenangannya dalam pemilihan presiden Indonesia, Prabowo Subianto sangat sibuk. Selain berinteraksi dengan konstituennya di dalam negeri, presiden terpilih ini juga melakukan serangkaian perjalanan internasional – termasuk ke Moskow, di mana ia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Sekretaris Dewan Keamanan Sergei Shogu.

Dalam pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Indonesia, Prabowo berfokus pada pembahasan peningkatan kerja sama di berbagai bidang seperti pertahanan, energi, pendidikan, pariwisata, dan ketahanan pangan.

Prabowo menekankan keinginannya untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia melalui transfer teknologi dari Rusia dan membuka kesempatan bagi personil militer Indonesia untuk belajar di Rusia.

Prabowo juga mengundang Rusia untuk mengirimkan delegasi ke konferensi dan pameran pertahanan dua tahunan di Indonesia, mengundang Rusia untuk berpartisipasi dalam parade angkatan laut Indonesia, dan berjanji untuk mengirimkan kontingen angkatan laut ke Parade Hari Angkatan Laut Rusia berikutnya jika memungkinkan. Putin menekankan bahwa ia sangat senang hubungan ekonomi dan perdagangan telah berkembang dengan baik, terlepas dari pandemi COVID-19 dan sanksi Barat terhadap Rusia.

Kunjungan Prabowo memberikan kesempatan besar bagi Rusia untuk menghindari isolasi internasional lebih lanjut. Perang Rusia di Ukraina telah menyebabkan kecaman luas dan sanksi berat dari Amerika Serikat.

Moskow justru bersandar pada hubungannya dengan negara-negara ‘non-blok’ seperti India dan Vietnam, di samping hubungan dengan mitra-mitra yang sudah ada seperti Cina. Kunjungan Prabowo, serta nilai strategis yang signifikan yang dibawa Indonesia ke meja perundingan, datang pada waktu yang tepat bagi Putin.

Prabowo tetap konsisten dengan bagaimana Indonesia sebelumnya menjalankan hubungan internasionalnya. Di permukaan, kunjungan ini konsisten dengan apa yang disebut Prabowo sebagai “Tetangga yang Baik”, di mana ia membayangkan Indonesia sebagai negara yang terbuka untuk menjalin hubungan dengan negara sahabat mana pun.

Di luar narasi tersebut, terdapat tema umum dalam kebijakan luar negeri Indonesia, yaitu menempatkan Indonesia di ‘tengah-tengah’ dalam berbagai urusan global, dan berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan negara besar manapun sembari berusaha memaksimalkan keuntungannya sendiri.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today