Akibat Hujan Deras, Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Kota Semarang

Telah terjadi banjir pada Rabu malam yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, akibat hujan deras. (Source: Tempo.co)
0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Pada hari Rabu malam, 11 Desember 2024, telah terjadi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, akibat hujan deras.

Endro Martanto, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang, mengungkapkan bahwa salah satu titik yang terkena dampak dari banjir tersebut adalah kawasan RT 8 RW 9 di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang.

“Ketinggian air 70-80 sentimeter,” kata Endro melalui keterangan resmi, Rabu malam, dalam laman tempo.co.

Dilansir dari tempo.co, banjir dilaporkan mulai menerjang akibat jebolnya tanggul Kali Tunggu pada sekitar pukul 18.00 WIB.

Banjir dilaporkan mulai menerjang akibat jebolnya tanggul Kali Tunggu pada sekitar pukul 18.00 WIB. (Source: Matalensanews.com)

Dikabarkan bahwa air menggenangi sejumlah pemukiman warga yang berada di dekat tanggul tersebut. “Sebanyak 45 keluarga (KK) terdampak,” kata Endro, dikutip dari tempo.co.

Genangan air tersebut telah merendam wilayah rendah dan tinggi di Semarang, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Semarang Bawah dan Semarang Atas.

Endro mengatakan bahwa wilayah petugas gabungan telah menyiapkan beberapa pompa di lokasi yang terdampak oleh banjir.

Diketahui bahwa sedikitnya ada tiga unit pompa, dengan kapasitas 5 serta 4 Inch, yang kemudian akan dioperasikan agar dapat mengurangi ketinggian dari genangan air.

Tim BPBD telah mempersiapkan tempat ibadah di sekitar wilayah Kelurahan Meteseh sebagai titik pengungsian. Petugas juga mendirikan dapur umum yang digunakan untuk menyediakan konsumsi bagi para korban terdampak banjir.

Dalam beberapa hari terakhir, Hujan yang telah melanda sebagian besar wilayah di Jawa Tengah diduga muncul akibat dari dua bibit siklon 91S dan 93S di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah selatan Pulau Jawa.

Proses penggabungan antara dua bibit siklon tersebut memicu terjadinya sebuah fenomena badai squall line atau awan hujan yang memiliki pergerakan membentuk kelurusan sejak hari Minggu malam.

Erma Yulihastin, yang merupakan seorang peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atomosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional, melalui sebuah unggahan dalam media sosial X, mengungkapkan bahwa pada awalnya fenomena dua bibit siklon ini hanya terpantau berada di atas daratan Jawa Tengah serta sebagian Jawa Timur.

Dilaporkan bahwa setelah dilakukan konfirmasi ulang, bibit siklon terbentuk di Laut Jawa, atau di utara Jawa Tengah.

“Squall line dari laut ini juga berpotensi masuk ke darat membuat hujan deras di pesisir utara Jawa Tengah membentang dari Brebes hingga Jepara,” begitu isi cuitannya pada 9 Desember lalu, dilansir dari tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today