Tinggi Letusan Capai 700 Meter, Gunung Semeru Kembali Erupsi

Gunung Semeru yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi beberapa kali dengan tinggi letusan hingga 700 meter di atas puncak. (Source: ANTARA/Irfan Sumanjaya)
0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Pada hari Sabtu pagi, 28 Desember 2024, Gunung Semeru yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi beberapa kali dengan tinggi letusan hingga 700 meter di atas puncak.

Dilaporkan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 00.40 WIB dengan tinggi kolom letusan diperkirakan sekitar 700 meter di atas puncak atau setara dengan 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto, Sabtu (28/12) seperti dikutip dari Antara.

Saat ini Gunung Semeru masih dalam status waspada sehingga PVMBG telah memberikan beberapa rekomendasi. (Source: ANTARA/Irfan Sumanjaya)

Dilansir dari cnnindonesia.com, erupsi kedua dilaporkan terjadi pada pukul 03.06 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 mdpl.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tuturnya, dalam laman cnnindonesia.com.

Kemudian, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom letusan yang mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya, dilansir dari cnnindonesia.com.

Liswanto mengungkapkan bahwa saat ini Gunung Semeru masih dalam status waspada sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG telah memberikan beberapa rekomendasi, yaitu masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.

Selanjutnya, di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, dikarenakan memiliki potensi terkena perluasan awan panas serta aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya, dikutip dari cnnindonesia.com.

Masyarakat juga perlu mewaspadai akan adanya potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan di sepanjang aliran sungai ataupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, maupun Besuk Sat, dan juga potensi adanya lahar di sungai-sungai kecil yang di mana adalah anak sungai dari Besuk Kobokan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today