Pada hari Kamis, 26 Juni 2025, Tedros Adhanom Ghebreyesus, selaku Kepala Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan pengiriman persediaan medis pertamanya ke Gaza sejak tanggal 2 Maret.
Berdasarkan sebuah pernyataan yang diunggah dalam platform X, Ghebreyesus menyatakan bahwa WHO mengirimkan “sembilan truk yang membawa pasokan medis penting, 2.000 unit darah, dan 1.500 unit plasma” ke Gaza pada Rabu, dikutip dari tempo.co.

Dilansir dari tempo.co, Ghebreyesus menyebut bahwa beberapa pengiriman lainnya bakal dikirimkan menuju ke rumah sakit prioritas dalam periode beberapa hari mendatang.
“Empat truk WHO masih berada di Kerem Shalom dan lebih banyak lagi sedang dalam perjalanan ke Gaza,” katanya, dilansir dari tempo.co.
Dikabarkan bahwa terkirimnya sejumlah persediaan medis tersebut merupakan sebuah pertanda keberhasilan yang langka di tengah keterbatasan akses selama berbulan-bulan ke wilayah tersebut.
“Namun, pasokan medis ini hanyalah setetes air di lautan. Bantuan dalam skala besar sangat penting untuk menyelamatkan nyawa,” Ghebreyesus menekankan, dalam laman tempo.co.
Diketahui bahwa akibat eskalasi konflik yang terjadi antara Israel dengan Palestina sejak Oktober 2023 lalu, saat ini kondisi Gaza semakin parah.
Berdasarkan laporan yang telah dikeluarkan, sampai dengan 18 Juni 2025, terdapat lebih dari 55.637 korban jiwa di pihak Palestina, disertai dengan sejumlah kerusakan infrastruktur yang mencapai hingga sebesar 70 persen di wilayah Gaza.
Kemudian, terdapat sekitar 2,1 juta warga Gaza tengah menghadapi ancaman kelaparan akut, yang di mana hal tersebut memperburuk krisis kemanusiaan yang telah terjadi selama bertahun-tahun lamanya.





