Tahun 2025, toko online Blibli masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, menempati peringkat 260, naik 22 posisi dari tahun sebelumnya.
Daftar Fortune Southeast Asia 500 disusun berdasarkan pendapatan total perusahaan terbesar di wilayah tersebut. Maksimum pendapatan untuk didaftarkan pada tahun 2025 adalah 349,4 juta dolar.
Dengan mencapai pendapatan sebesar 1.055,5 juta dolar, Blibli masuk ke dalam industri Internet Service Retailing di bidang teknologi.
Pendapatan neto konsolidasi Blibli meningkat 14% setiap tahun menjadi 16,7 triliun, dan laba bruto konsolidasi meningkat 37% setiap tahun menjadi 3,3 triliun, menurut laporan keuangan tahunan.
Margin bruto konsolidasi Blibli meningkat menjadi 19,7%. Peningkatan ini mencapai 340 basis poin dibandingkan tahun 2023, menunjukkan peningkatan efisiensi operasional.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi Blibli untuk masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025 bersama perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya di kawasan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Fortune atas apresiasi ini, yang merupakan validasi atas strategi omnichannel kami sekaligus motivasi untuk terus membangun bisnis yang berkelanjutan dan berdampak positif,” ujar Eric Winarta, Chief Corporate Officer dan Investor Relations, Blibli.
“Di tengah lanskap digital dan ekonomi yang semakin dinamis, kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin mulai dari efisiensi biaya dan optimalisasi produk, hingga penguatan loyalitas ekosistem dan kapabilitas distribusi. Pengakuan ini mendorong kami untuk terus menghadirkan nilai tambah di setiap titik interaksi dengan pelanggan, sambil tetap berpegang pada tujuan kami untuk menciptakan dampak jangka panjang yang positif bagi seluruh pemangku kepentingan.”
Peringkat Blibli di Fortune South East Asia 500 meningkat dari tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan perusahaan yang konsisten. Dengan menjadi salah satu perusahaan Indonesia teratas dalam daftar tersebut, Blibli terus menunjukkan peran pentingnya dalam mendorong perkembangan ekonomi digital di Indonesia.
Keberhasilan ini adalah hasil dari strategi omnichannel terintegrasi Blibli, yang berhasil mengubah perilaku pelanggan.

Ekosistem Blibli Tiket berfungsi sebagai pendorong utama pertumbuhan bisnis. Toko fisik, institusi, dan Ritel 1P (usaha pihak pertama yang menjual berbagai produk dan layanan dalam berbagai kategori melalui platform online business-to-consumer), dan Ritel 3P (penjual pihak ketiga menjual produk dan layanan melalui platform online dan travel agent/OTA milik perusahaan).
Belanja online Blibli telah berkembang ke bidang perjalanan dan gaya hidup selain bisnis ritel. Ini dicapai melalui pembelian tiket.com pada 2017 dan kemudian pembelian Ranch Market dan Dekoruma.
Untuk meningkatkan bisnis rumah dan kehidupan, Blibli mengakuisisi Dekoruma pada tahun 2024. Kolaborasi antara unit bisnis ini dapat meningkatkan interaksi pelanggan.
Selain menjalankan bisnis e-commerce hingga akuisisi, Blibli juga fokus pada optimalisasi biaya dan meningkatkan kemampuan distribusi.
Dengan menggunakan BES Paket, Blibli dapat memastikan bahwa pelanggannya menerima layanan pengiriman yang andal. Layanan logistik internal ini diperkuat oleh kolaborasi dengan mitra logistik pihak ketiga.





