Arthritis atau yang biasa dikenal dengan sebutan radang sendi, merupakan sebuah kondisi yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada satu atau lebih sendi yang terdapat di dalam tubuh.
Walaupun pengobatan di bidang medis mampu untuk membantu kondisi tersebut, namun menjaga pola makan juga memiliki peran penting dalam memberikan pengurangan sejumlah gejala serta meningkatkan kualitas hidup dari para penderita gangguan kesehatan ini.

Dilansir dari tempo.co, berdasarkan informasi yang dirilis oleh Healthline dan Verywell Health, terdapat sejumlah makanan dan minuman yang dianjurkan untuk dihindari oleh para penderita radang sendi.
- Gula Tambahan
Diketahui bahwa gula tambahan merupakan sebuah kandungan yang umumnya ditemukan di dalam permen, kue, minuman ringan, saus barbeque, serta makanan olahan lainnya. Pengonsumsian gula tambahan secara berlebihan mampu untuk menjadi pemicu timbulnya peradangan serta memperparah gejala arthritis.
- Daging Merah dan Daging Olahan
Sejumlah daging merah maupun olahan seperti daging sapi, bacon, hingga sosis, memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Hal tersebut mampu untuk memberikan peningkatan penanda inflamasi, misalnya IL-6 serta CRP. Sejumlah penelitian menganjurkan agar dapat memilih alternatif lain untuk mengganti daging merah, seperti ikan, kacang-kacangan, atau unggas.
- Produk Susu Tinggi Lemak
Di dalam berbagai macam produk berbahan dasar susu seperti susu full cream, keju, es krim, maupun krim asam, memiliki kandungan lemak jenuh yang bisa memperparah peradangan. Namun, untuk beberapa produk seperti yoghurt rendah lemak serta kefir, memiliki kandungan probiotik yang bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan usus dan mengurangi peradangan.
- Makanan Tinggi Omega-6
Peradangan dapat dipicu apabila persediaan omega-6 jumlahnya lebih banyak dari omega-3. Berbagai macam minyak, meliputi minyak jagung, minyak kedelai, serta minyak bunga matahari, memiliki kandungan omega-6 yang tinggi. Pakailah beberapa alternatif lain seperti minyak zaitun serta tingkatkan pengonsumsian ikan berlemak, misalnya salmon, makarel, sarden, agar dapat menyeimbangkan rasio lemak sehat di dalam tubuh.





