Airlangga Sebut Tarif Impor AS ke RI Akan Ditunda Sampai Negosiasi Selesai

Tarif impor AS ke Indonesia sebesar 32% ditunda selama proses negosiasi. (Sumber Foto : ANTARA FOTO)
0 0
Read Time:1 Minute, 22 Second

Tarif impor AS ke Indonesia sebesar 32% ditunda selama proses negosiasi, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dalam hal Airlangga, dia terbang ke Washington DC, Amerika Serikat, untuk memimpin tim yang bernegosiasi tentang masalah itu.

“Jadi pertama, tambahan (10 persen karena RI gabung BRICS) itu tidak ada. Yang kedua, waktunya adalah kita sebut pause. Jadi penundaan penerapan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah ada,” ujar Airlangga di Brussel, Belgia, seperti dikutip dari YouTube Setpres, Minggu (13/7/2025).

Pada Rabu, 9 Juli 2025, Airlangga membahas hasil kesepakatannya dalam pertemuan dengan Sekretaris Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick dan Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Jamieson Greer.

Dia mengklaim bahwa, selama pertemuan dengan dua tokoh tersebut, mereka setuju bahwa usulan yang diusulkan Indonesia akan diproses.

“Menyepakati bahwa apa yang diusulkan oleh Indonesia berproses lanjutan. Jadi tiga minggu ini diharapkan finalisasi,” ucapnya.

Sebelum ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan hasil perundingan tarif impor terhadap empat belas negara, termasuk Indonesia, yang memiliki tarif sebesar 32%.

Pada Senin, 7 Juli 2025, waktu Amerika Serikat, Trump membuat pengumuman itu melalui beberapa unggahan di media sosial Truth Social. CNBC melaporkan informasi tersebut pada Selasa, 8 Juli 2025. Tarif baru akan mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2025.

Selama pertemuan dengan dua tokoh tersebut, mereka setuju bahwa usulan yang diusulkan Indonesia akan diproses. (Sumber Foto : Liputan6.com)

Selain Indonesia, ada Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Laos, dan Myanmar.

Selain itu, Trump mencantumkan Bosnia dan Herzegovina, Tunisia, Bangladesh, Serbia, Kamboja, dan Thailand. Tarif 25 persen akan dikenakan pada barang-barang dari Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, dan Tunisia.

Indonesia memiliki bea impor 32%, sedangkan produk Afrika Selatan dan Bosnia dikenai tarif 30%.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today