Johnny Hardjojo, Wartawan Senior Alumni Lemhannas yang Terus Mengabdi

Nama Drs. H. Johnny Hardjojo, M.Si. saat ini tetap menjadi poros penting di dunia jurnalistik nasional. (Source: Dok. Istimewa)
0 0
Read Time:2 Minute, 35 Second

Walaupun saat ini tengah dalam arus deras disrupsi media di Indonesia, yang di mana membuka ruang inovasi serta demokratisasi informasi, tetapi nama Drs. H. Johnny Hardjojo, M.Si. tetap menjadi poros penting di dunia jurnalistik nasional.

Tidak hanya dikenal sebagai wartawan senior saja, namun pria kelahiran Jakarta, 14 Maret 1959 ini juga merupakan salah satu tokoh komunitas serta alumni Lemhannas RI, yang selalu konsisten dalam menanamkan nilai kebangsaan di kehidupan bermasyarakat.

Johnny Hardjojo memulai karier jurnalistiknya sejak akhir 1970-an di PT Metro Pos Jakarta, dan terus mengalami peningkatan sampai akhirnya menjadi pucuk pimpinan di sejumlah media, seperti Wakil Pemimpin Redaksi Harian Umum ABRI, Pemimpin Redaksi Tabloid Star News, Pemimpin Redaksi Berita Kota, dan Pemimpin Redaksi korankota.co.id.

Johnny Hardjojo memulai karier jurnalistiknya sejak akhir 1970-an di PT Metro Pos Jakarta, dan terus mengalami peningkatan sampai akhirnya menjadi pucuk pimpinan di sejumlah media. (Source: Dok. Istimewa)

Kini, Johnny Hardjojo juga tergabung menjadi Pemimpin Redaksi di kelompok media Jawa Pos Grup. Perjalanan panjang serta pengalaman Johnny di dunia wartawan membuktikan bahwa idealisme dan semangat juang dalam pers tidak mengenal kata pensiun.

Terdapat kegelisahan yang membuncah. Ada semacam panggilan nurani untuk terus aktif dalam kegiatan organisasi wartawan di era bisnis media, yang di mana saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Hanya Media yang mampu beradaptasi secara teknologi, bisnis, dan etika, yang akan tetap relevan di era digital ini,” ujarnya.

Menjadi seorang alumnus KRA XXXIX Lemhannas RI tahun 2006, Johnny Hardjojo tidak hanya sekadar wartawan, namun juga pemikir kebangsaan. Johnny diketahui telah memperoleh piagam kehormatan dari Gubernur Lemhannas serta dari Menteri Pendidikan Nasional dikarenakan kualifikasinya sebagai dosen ilmu kewarganegaraan.

Kemudian, Johnny memperoleh penghargaan Brevet TNI pada tahun 2015 dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko, sebuah pengakuan atas kontribusinya di bidang pemberitaan pertahanan dan keamanan.

Di dalam lingkungan organisasi profesi, Johnny menduduki berbagai jabatan strategis. Mulai dari Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat (2003-2008), Anggota Dewan Penasihat PWI Pusat (2008-2013), hingga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya (2024–2029) serta Ketua Dewan Kehormatan Forum Pemred Media Siber Indonesia.

Tetapi, pengabdian Johnny tidak berhenti di meja redaksi saja. Sejak tahun 1991, Johnny menjabat sebagai Ketua RW 014 Kelurahan Klender, Jakarta Timur. Ia juga dikenal sebagai penggerak dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial melalui Yayasan Masjid An-Nur Buaran Indah, yang telah ia pimpin selama hampir tiga dekade.

Dalam kehidupan keluarga, Johnny merupakan seorang ayah dari tiga anak berprestasi. Putrinya yang bernama Diah Ayu, adalah seorang alumni LSPR serta istri Kapolresta Balikpapan Kombes. Pol. Anton Firmanto.

Lalu, putranya, Mayor Dwi Harmanto, Abituren Akmil, 2011, merupakan seorang perwira aktif di Bekangdam Jaya. Kemudian, anak bungsunya, dr. Milka Anisya, adalah dokter lulusan Universitas YARSI dan Magister ARS UPH, yang juga isteri dari Ray Zulham, Ketua Umum Perbati.

“Anak-anak kan sudah selesai semua, sekarang saya memiliki banyak waktu, sehingga bisa lebih fokus mengabdi pada organisasi,” ucap pria yang hobi menyanyi dan penyuka musik ini.

Memiliki rekam jejak lebih dari 40 tahun di dunia pers, organisasi, serta kemasyarakatan, Johnny Hardjojo merupakan potret wartawan pejuang, teguh dalam prinsip, rendah hati dalam laku, dan tak pernah lelah untuk selalu mengabdi kepada negeri. (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today