Danantara Diminta Prabowo untuk Mengawasi Proses Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara untuk mengawal secara langsung proses pembangunan kampung haji di Tanah Suci. (Source: Ilustrasi/AFP/DELIL.dok via RRI.co.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Dilaporkan bahwa Rosan Roeslani, selaku Chief Executive Officer atau CEO Danantara Indonesia, telah diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk melawat ke Jeddah dan Makkah, Arab Saudi, dengan tujuan agar dapat melakukan pengawalan secara langsung terkait lanjutan dari proses pembangunan kampung haji di Tanah Suci.

Rencananya, proyek kampung haji tersebut akan dijadikan sebagai pusat layanan serta akomodasi yang ditujukan untuk para jemaah haji serta umrah asal Indonesia.

“Kunjungan ini merupakan amanah dari Bapak Presiden (Prabowo) untuk memastikan bahwa rencana pembangunan Kampung Haji di Makkah dapat berjalan sesuai harapan. Insyaallah, kami akan mengawal proses ini dari tahap awal hingga terwujud, sehingga seluruh jemaah Indonesia memiliki fasilitas yang representatif dan layak selama menjalankan ibadah,” kata Rosan melalui keterangan resmi, hari Kamis, 14 Agustus 2025, dikutip dari Tempo.co.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut, pembangunan kampung haji menggunakan peluang dari kebijakan baru pemerintah Arab Saudi. (Source: Istimewa via Pasardana.id)

Dilansir dari Tempo.co, nantinya, pada saat proses pembangunan kampung haji telah selesai, masyarakat bakal memperoleh sejumlah manfaat seperti fasilitas penginapan yang bisa digunakan sebagai pusat layanan terpadu untuk memenuhi berbagai keperluan ibadah jemaah sampai klinik kesehatan, dan juga ruang pembinaan manasik yang terdapat di lokasi strategis.

Rosan mengungkapkan bahwa pembangunan kampung haji tersebut menggunakan peluang dari kebijakan baru yang sebelumnya telah diumumkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Mengutip Tempo.co, beberapa waktu yang lalu, Arab Saudi menyampaikan kebijakan baru yang membuka peluang kepada para pihak asing, meliputi di dalamnya lembaga ataupun perusahaan, untuk bisa memiliki properti di Makkah.

Diketahui bahwa dengan adanya kebijakan baru ini, memungkinkan Indonesia untuk mempunyai aset strategis yang berlokasi di tanah suci secara legal serta aman.

Dikabarkan bahwa sebelumnya, otoritas Arab Saudi telah memberikan penawaran terhadap beberapa bidang lahan yang dapat digunakan oleh pemerintah Indonesia.

“Luasnya ada yang dari 25 hektare sampai di atas 80 hektare juga ada,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, hari Rabu, 30 Juli 2025, dilansir dari Tempo.co.

Rosan menyampaikan bahwa sejumlah lahan yang ditawarkan oleh Arab Saudi memiliki jarak yang cukup dekat dengan Masjidil Haram di Kota Makkah, Arab Saudi.

Selain diperuntukkan sebagai hunian para jemaah, lahan tersebut rencananya juga bakal dimanfaatkan untuk kepentingan komersial.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today