Sri Mulyani Buka Suara Usai Perusuh Menyerbu Kediamannya

Sri Mulyani Indrawati membuat pernyataan setelah rumahnya di kawasan Bintaro Sektor 3, Jakarta Selatan, dijarah oleh massa pada Minggu (31/8/2025) dini hari. (Sumber Foto : Dok Humas ITB)
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membuat pernyataan setelah rumahnya di kawasan Bintaro Sektor 3, Jakarta Selatan, dijarah oleh massa pada Minggu (31/8/2025) dini hari.

Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan dukungan publik dalam pernyataannya di Instagram. Dia juga meminta agar aspirasi rakyat disampaikan melalui cara konstitusional, bukan dengan anarki.

“Terimakash atas simpati, doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral semua pihak dalam menghadapi musibah ini,” tulis Sri Mulyani melalui Instagram @smindrawati, Senin (1/8/2025).

Sri Mulyani menanggapi penjarahan rumahnya sebagai pelanggaran demokrasi yang beradab. (Sumber Foto : cnnindonesia.com)

Ada kemungkinan bahwa dia memahami jika ada pihak yang tidak senang dengan keputusan yang dia buat selama jabatannya sebagai Menteri Keuangan, seperti yang ditunjukkan oleh unggahannya.

Namun, dia memastikan bahwa setiap keputusan yang dia ambil melibatkan partisipasi publik yang terbuka dan transparan, bersama dengan pemerintah, DPR, dan DPD.

“Sebagai pejabat negara saya disumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan semua UU. Ini bukan ranah atau selera pribadi,” tegasnya.

Sri Mulyani menanggapi penjarahan rumahnya sebagai pelanggaran demokrasi yang beradab.

Ia berpendapat bahwa pembangunan bangsa seharusnya dilakukan secara beradab bukan melalui anarki, kekerasan, atau pepecahan.

Ia mengingatkan masyarakat bahwa ada jalan hukum jika mereka tidak puas dengan kebijakan pemerintah atau merasa hak konstitusinya dilanggar.

“Apabila publik tidak puas dan hak konstitusi dilanggar UU – dapat dilakukan Judicial Review (sangat banyak) ke Mahkamah Konstitusi. Bila Pelaksanaan UU menyimpang dapat membawa perkara ke Pengadilan hingga ke Mahkamah Agung. Itu sistem demokrasi Indonesia yang beradab,” jelasnya.

Bendahara Negara itu menyatakan bahwa meskipun demokrasi Indonesia masih jauh dari sempurna, perbaikan harus dilakukan melalui jalan yang benar.

Untuk alasan ini, dia mendorong masyarakat untuk melakukan hal-hal yang baik untuk membangun negara dan melakukan hal-hal yang buruk.

“Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan, dan melukai dan mengkhianati perasaan publik,” ucapanya.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat karena kinerjanya yang tidak memuaskan selama jabatannya sebagai Menteri Keuangan, yang menyebabkan masyarakat tidak puas. Namun, dia berjanji akan memperbaiki kinerjanya.

“Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki menerus. Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Ind

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today