Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, PVMBG Naikkan Status Menjadi Level IV Awas

Pada tanggal 6 September 2025, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur kembali erupsi. (Source: Ilustrasi/NTT.viva.co.id/Arrie)
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Dilaporkan bahwa pada hari Sabtu malam, 6 September 2025, pukul 18.06 Wita, Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi.

Dalam peristiwa erupsi kali ini, Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan abu vulkanik yang tinggi kolomnya mencapai hingga satu kilometer dari puncak kawah.

Berdasarkan rekaman data yang tercatat seismograf, guncangan akibat letusan gunung tersebut memiliki amplitudo maksimum sebesar 5,9 millimeter dengan durasi sekitar 2 menit 33 detik.

Dalam erupsi kali ini, Gunung Lewotobi Laki-laki muntahkan abu vulkanik setinggi satu kilometer dari puncak kawah. (Source: Ilustrasi/REUTERS/Floriana Jijiana J. Tobin)

“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, Emanuel Rofinus Bere, tidak lama setelah erupsi itu terjadi, dilansir dari Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, pada hari Sabtu pagi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG, Badan Geologi, telah meningkatkan kembali status Gunung Lewotobi Laki-Laki yang sebelumnya berada di Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).

Peningkatan status gunung tersebut dilakukan karena adanya kenaikan aktivitas gempa yang terjadi dalam seminggu terakhir tanpa erupsi.

Muhammad Wafid, selaku Kepala Badan Geologi, mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan yang cukup signifikan terhadap aktivitas gempa tremor harmonik serta gempa vulkanik dalam.

Hal ini menandakan terdapatnya suplai magma baru yang terletak di kedalaman, dan juga migrasi magma yang berasal dari zona dangkal menuju permukaan.

Wafid mengatakan bahwa saluran magma atau conduit kemungkinan besar tersumbat, dikarenakan seminggu tidak ada aktivitas erupsi.

“Akumulasi tekanan ini berpotensi memicu erupsi eksplosif,” kata Wafid dalam keterangannya ketika menyampaikan kenaikan status, dikutip dari Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, Wafid juga meminta agar masyarakat yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki tidak melakukan aktivitas dalam jarak enam kilometer serta perluasan pada bagian barat daya-timur laut dengan jarak tujuh kilometer dari pusat erupsi.

Kemudian, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai akan adanya potensi banjir lahar apabila tengah terjadi hujan lebat, khususnya di sejumlah wilayah yang aliran sungainya berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, meliputi di antaranya adalah Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, sampai ke Nurabelen.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today