Dikabarkan bahwa sejak hari Selasa malam, 21 Oktober 2025, bencana banjir tengah menggenangi berbagai wilayah yang berada di Kota Semarang.
Bencana banjir tersebut diketahui akibat hujan dengan durasi panjang yang telah mengguyur wilayah itu sejak pukul 15.00 WIB, pada hari Selasa.

Dilansir dari Tempo.co, Agustina Wilujeng, selaku Wali Kota Semarang, mengungkapkan bahwa bencana banjir telah merendam berbagai jalan utama yang berada di Kota Semarang, meliputi di antaranya yakni Jalan Kapten Piere Tendean, Jalan Kaligawe, Jalan Majapahit, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Siliwangi, serta beberapa jalan lainnya.
Dilaporkan bahwa hingga hari Rabu pagi, bencana banjir itu masih menggenangi sejumlah titik yang berada di Kelurahan Tlogosari Kulon.
Kemudian, banjir juga telah merendam separuh bagian dari Jalan Nogososro Kelurahan Tlogosari Kulon, yang mana mengakibatkan sejumlah kendaraan roda dua mengalami kesulitan untuk melintasi jalan tersebut.
“Sejak semalam kami kerahkan tim (Dinas) Pekerjaan Umum, (Dinas) Perumahan Pemukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lainnya untuk melakukan upaya sampai pagi ini,” kata Agustina kepada awak media, hari Rabu, 22 Oktober 2025, dalam laman Tempo.co.
Berdasarkan pengawasan yang tengah dilakukan oleh petugas gabungan, banjir yang menggenangi Jalan Kaligawe telah menghambat arus lalu lintas dari arah Kabupaten Demak menuju ke Kota Semarang.
Mengutip Tempo.co, diketahui bahwa jalur alternatif untuk menuju ke pusat kota dari arah timur juga telah tergenang oleh banjir.
Bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Semarang ini juga diperparah dengan hadirnya air rob yang terjadi di perbatasan antara Kota Semarang serta Kabupaten Demak.
Hal tersebut menyebabkan kemacetan panjang hingga Rabu pagi yang berlokasi di Jalur Pantai Utara atau Pantura, Kecematan Sayung, Kabupaten Demak.





