Saat ini, Jeddah, yang merupakan kota pelabuhan bersejarah yang terdapat di Arab Sadi, tengah memasuki proses persiapan gedung tertinggi di dunia.
Dikabarkan bahwa gedung tersebut dinamakan Jeddah Tower, yang di mana bakal memiliki ketinggian yang mencapai hingga 1.000 meter.

Dengan ketinggian yang mencapai hingga 1.000 meter, Jeddah Tower bakal melampaui Burj Khaliha yang memiliki tinggi 828 meter, dan akan menjadi landmark baru di area Jeddah Economy City.
Proses pembangunan Jeddah Tower sebelumnya sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 serta gejolak politik yang terjadi di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dirilis Daily Mail dalam laman Tempo.co, pada bulan Januari 2025, pembangunan Jeddah Tower kembali dilanjutkan dan direncanakan bakal rampung pada tahun 2028 mendatang.
Dilaporkan bahwa Jeddah Tower bakal memiliki 168 lantai dengan struktur bangunan yang terdiri dari beton bertulang, baja, serta kaca.
Agar dapat memudahkan akses ke sejumlah fasilitas, bangunan ini juga bakal dilengkapi dengan sistem lift canggih yang mampu untuk melaju sampai dengan 10 meter per detik.
Terdapat berbagai fitur utama yang bakal menjadi daya tarik dari Jeddah Tower, beberapa di antaranya adalah Four Seasons Hotel, apartemen elite, ruang kantor modern, serta dek observasi tertinggi di dunia.
Diketahui bahwa Jeddah Tower adalah salah satu proyek yang dikembangkan oleh pemerintah Arab Saudi dengan Saudi Binladin Group sebagai kontraktor utamanya.
Dinukil dari Tempo.co, desain Jeddah Tower dibuat oleh Adrian Smith + Gordon Gill Architecture, dengan menggunakan gaya neo-futuristik yang terinspirasi dari daun palem baru yang tumbuh di Arab Saudi.
“Massa rampingnya yang sedikit asimetris membangkitkan pertumbuhan baru daun palem yang menjulang ke atas dari tanah—sebuah simbol kehidupan baru yang menandai pertumbuhan masa depan kerajaan,” menurut Smith dan Gill melalui pernyataan bersama yang disampaikan kepada Architectural Digest, dilansir dari Tempo.co.






