Menko PMK Meminta Korban Begal Baduy Punya Kartu Identitas Setelah Ditolak Berobat di RS

Warga Baduy Dalam, Repan, akan mendapatkan kartu identitas dari Pratikno, Menko PMK. (Sumber Foto : Dokumen Kemenko PMK)
0 0
Read Time:1 Minute, 26 Second

Seorang warga Baduy Dalam, Repan, akan mendapatkan kartu identitas dari Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Ini datang setelah rumah sakit menolak Repan untuk mendapatkan perawatan setelah dia menjadi korban begal karena dia tidak memiliki identitas.

Pratikno akan membahas masalah ini dengan Kementerian Dalam Negeri.

“Kami bicarakan dengan Kemendagri, ya, di Adminduk kan itu,” kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025).

Ia juga menyatakan bahwa ia akan melacak kejadian tersebut agar tidak terjadi lagi.

“Kami lacak, ya,” ucap Pratikno singkat.

Sementara itu, Fadli Zon, Menteri Kebudayaan (Menbud), menyatakan kekecewaannya atas penolakan rumah sakit terhadap Repan.

Pihak rumah sakit seharusnya menganggap kejadian ini sebagai masalah kemanusiaan.

“Ya, kita sayangkan ya, harusnya yang sudah apapun ya, itu harus ditangani. Ini masalah kemanusiaan, jangan lihat KTP-nya,” jelas Fadli.

Sebelumnya diberitakan bahwa Repan (16), seorang warga suku Baduy Dalam, menjadi korban pembegalan pada Minggu, 26 Oktober 2025, di Jalan Pramuka Raya, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sekitar pukul 04.15 WIB, empat pria tidak dikenal membegal repan saat berjalan kaki berjualan madu di pinggir kali Jalan Pramuka Raya.

Pihak rumah sakit seharusnya menganggap kejadian ini sebagai masalah kemanusiaan. (Sumber Foto : Kompas.com)

Menurut Iptu Ruslan Basuki, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, peristiwa itu telah dilaporkan ke Polsek Cempaka Putih pada hari Minggu, 2 November 2025.

Kasus tersebut masih diselidiki oleh polisi, dan empat pria yang diduga melakukan penjambretan masih diburu.

Menurut Ruslan, Repan telah kembali ke Kampung Cikesik, Desa Kanekes, Baduy Dalam, Kabupaten Lebak.

Polisi Cempaka Putih akan memanggil Repan jika ada perkembangan dalam penyelidikan.

“Korban (Repan) sudah (kembali ke kampungnya). Nanti kalau ada perkembangan perkaranya, korban akan dipanggil kembali oleh penyidik Polsek Cempaka Putih,” tutur Ruslan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today