Dikabarkan bahwa sejumlah siswa korban terdampak insiden ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 72 Jakarta, kondisinya bakal diawasi secara langsung oleh pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Margaret Aliyatul Maimunah, selaku Ketua KPAI, mengungkapkan bahwa layanan konseling untuk para siswa korban terdampak insiden ledakan tersebut sudah berlangsung sejak hari Senin, 10 November 2025.

“Pendampingan psikologis sudah dimulai sejak Senin dan diikuti semua siswa, termasuk yang dirawat inap,” kata Margaret, hari Selasa, 11 November 2025, dikutip dari Tempo.co.
Dilansir dari Tempo.co, Margaret menyampaikan bahwa pihaknya juga bakal melakukan pemeriksaan ke sejumlah rumah sakit yang merawat para korban, meliputi RS Pertamina Jaya, RS Yarsi, serta RS Islam Cempaka Putih.
Margaret mengatakan bahwa tidak hanya siswa yang bakal diberikan pendampingan psikologis, namun juga para orang tua beserta guru SMAN 72 Jakarta.
Dilaporkan bahwa kegiatan pendampingan sampai dengan saat ini masih diberlakukan secara daring atau online, sembari menunggu situasi di SMAN 72 Jakarta kembali kondusif.
“Nanti kalau sudah memungkinkan, pendampingan akan dilakukan secara langsung,” ujar Margaret, dalam laman Tempo.co.
Sekadar informasi, sebelumnya telah terjadi sebuah peristiwa ledakan yang melanda SMAN 72 Jakarta pada hari Jumat, 7 November 2025 lalu.
Mengutip Tempo.co, peristiwa ledakan ini berlangsung dua kali, yang mana ledakan pertama di dalam musala lantai tiga.
Kemudian, ledakan kedua terjadi di area belakang kantin, mengakibatkan sebanyak 96 orang serta terduga pelaku mengalami luka.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo, selaku Kapolri, menyatakan bahwa kini terduga pelaku telah diamankan dan dalam penahanan Polri.
Sampai dengan saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait identitas, lingkungan, dan motif yang dilakukan oleh terduga pelaku dalam merakit serta meledakkan bahan peledak itu di sekolah.






