Persediaan Beras Tahun 2026 Diprediksi Bakal Tembus 6 Juta Ton, Bulog Dirikan Ratusan Gudang Baru

Menteri Pertanian prediksi persediaan beras pemerintah di tahun 2026 bakal mencapai hingga sebanyak 6 juta ton. (Source: Ilustrasi/Kompas.com/Elsa Catriana)
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Pada tahun 2026 mendatang, Amran Sulaiman, selaku Menteri Pertanian, memprediksi bahwa persediaan beras pemerintah bakal mencapai hingga sebanyak 6 juta ton.

“Februari sampai April itu butuh penyerapan 3 juta ton. Tiga juta tambah 3 juta ton, 6 juta,” kata Amran di kantor pusat Bulog, di Jakarta, hari Kamis, 19 November 2025, dikutip dari Tempo.co.

Dikabarkan bahwa prediksi yang disampaikan oleh Amran itu berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukannya menggabungkan sisa persediaan beras pada akhir tahun 2025 yakni sebanyak 3 juta ton, dengan target penyerapan beras di tahun depan sebesar 3 juta ton.

Bulog sebelumnya telah berencana untuk mendirikan 100 gudang baru pada tahun 2026 mendatang. (Source: Ilustrasi/Shutterstock via Kompas.com)

Dilansir dari Tempo.co, sampai dengan saat ini, persediaan beras nasional yang terdapat di dalam gudang Bulog dilaporkan mencapai sekitar 3,8 juta ton.

Ahmad Rizal Ramdhani, selaku Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog, menyatakan bahwa persediaan beras pemerintah ditargetkan bakal tersisa sebanyak 3,2 juta ton pada bulan Desember 2025.

Diketahui bahwa Bulog sebelumnya telah memiliki rencana untuk mendirikan 100 gudang baru pada tahun 2026 mendatang.

Menurut prediksi yang telah disampaikan Rizal, gudang-gudang tersebut bakal mempunyai kapasitas yang mencapai hingga 1 juta ton.

Nantinya, sejumlah gudang tersebut bakal terdiri dari tiga tipe kapasitas, yakni kapasitas kecil, menegah, serta besar, tergantung dengan potensi dari setiap wilayah.

“Kalau yang tidak berpotensi menghasilkan padi, itu mungkin kelas kecil atau kelas menengah,” kata dia, dalam laman Tempo.co.

Sampai dengan saat ini, Rizal mengungkapkan bahwa pemerintah, meliputi di antaranya yakni Bulog, Kementerian Pertanian, bersama dengan Kementerian Dalam Negeri, masih mempertimbangkan serta mendiskusikan terkait wilayah yang bakal menjadi lokasi didirikannya gudang-gudang baru tersebut.

Mengutip Tempo.co, Rizal menyebut, sejumlah gudang baru ini nantinya akan didirikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, serta daerah yang belum mempunyai unit penyimpanan.

“Seperti di Kepulauan Maluku Utara, kemudian di Pegunungan-Pegunungan Papua, itu juga kita akan bangun,” kata Rizal, dinukil dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today