Dilaporkan bahwa operasi penanggulangan bencana serta proses pembangunan jembatan darurat di sejumlah wilayah terdampak, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dipercepat oleh pihak Tentara Nasional Indonesia atau TNI.
Agar dapat mempercepat proses penanggulangan bencana serta pembangunan jembatan darurat di wilayah tersebut, TNI telah menurunkan sebanyak lebih dari 33 ribu anggotanya.
Brigadir Jenderal Osmar Silalahi, selaku Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, mengungkapkan bahwa sebanyak 33.150 personel TNI yang telah diturunkan ke sejumlah wilayah terdampak itu saat ini tengah terlibat dalam operasi gabungan.

Dilansir dari Tempo.co, Osmar menjelaskan bahwa penambahan sejumlah anggota TNI tersebut dilakukan agar dapat memperluas dapur lapangan, meningkatkan tenaga kesehatan, dan juga untuk menyokong proses pengiriman bantuan.
“Dengan bertambahnya jumlah pengungsi tentu akan berpengaruh terhadap pendirian dapur lapangan dan pelibatan personel,” kata Osmar melalui keterangan resmi, hari Selasa, 9 Desember 2025, dikutip dari Tempo.co.
Dikabarkan bahwa TNI juga memiliki rencana untuk mengerahkan sejumlah tenaga kesehatan dari pusat ke berbagai wilayah terdampak.
Osmar menyampaikan bahwa proses pengiriman sejumlah bantuan logistik bakal dilakukan oleh pihaknya melalui jalur udara serta darat.
Pihak TNI diketahui telah membangun dan mengoperasikan sebanyak 40 dapur lapangan serta 49 pos kesehatan agar dapat memenuhi berbagai macam keperluan dasar yang tengah dibutuhkan oleh para pengungsi.
Selain kebutuhan para pengungsi, TNI juga mempercepat proses pemulihan sejumlah akses menuju ke wilayah terdampak dengan mendirikan 20 jembatan Bailey, yang mana di antaranya terdiri dari delapan di Aceh, delapan di Sumatera Utara, serta empat di Sumatera Barat.
“Jembatan ini diproyeksikan rampung dalam waktu dekat untuk memulihkan jalur transportasi masyarakat,” kata Osmar, dalam laman Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, selain pengiriman bantuan dan pemulihan infrastruktur darurat, TNI juga turut memberikan layanan pemulihan psikologis para korban terdampak, khususnya anak-anak.
Diketahui bahwa TNI telah menurunkan tim Trauma Healing ke sejumlah tenda pengungsian di wilayah terdampak. “Mereka selalu dalam kondisi ceria dan tidak larut dalam trauma akibat bencana,” ujarnya, dinukil dari Tempo.co.





