Ratusan Kilogram Bantuan Logistik Didistribusikan Polisi Melalui Jalur Udara ke Tapanuli Tengah

Pada hari Minggu, sejumlah bantuan logistik untuk korban terdampak di Tapanuli Tengah, didistribusikan Polda Sumut melalui jalur udara. (Source: Nagapos.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Pada hari Minggu, 7 Desember 2025, sejumlah bantuan logistik untuk korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah telah didistribusikan oleh pihak Kepolisian Daerah atau Polda Sumatera Utara melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter.

Komisaris Besar Yudhi Surya Markus Pinem, selaku pemimpin dalam proses pendistribusian sejumlah bantuan logistik tersebut, mengungkapkan bahwa masih terdapat lebih dari sepuluh titik longsor yang sampai dengan saat ini belum diatasi.

“Saat ini satu-satunya opsi pengiriman logistik adalah melalui udara,” ujar Yudhi melalui keterangan tertulis, hari Senin, 8 Desember 2025, dilansir dari Tempo.co.

Pendistribusian sejumlah bantuan logistik kali ini mengutamakan para korban terdampak di Desa Nauli Sitahui. (Source: Mediaselektif.com)

Mengutip Tempo.co, pendistribusian sejumlah bantuan logistik yang dilakukan oleh Polda Sumut kali ini mengutamakan para korban terdampak yang berada di Desa Nauli Sitahui.

Dilaporkan bahwa desa tersebut merupakan salah satu wilayah yang sampai dengan saat ini masih terisolasi pascabencana.

Yudhi menilai bahwa pendistribusian sejumlah bantuan logistik untuk saat ini hanya dapat dilakukan melalui jalur udara, dikarenakan kondisi jalanan yang masih belum bisa dilalui oleh kendaraan.

“Longsoran yang menutup badan jalan tidak mungkin dilalui untuk sementara. Karena kondisi tersebut belum memungkinkan, pengiriman bantuan hanya dapat dilakukan melalui airdrop,” kata Yudhi, dalam laman Tempo.co.

Dikabarkan bahwa dalam pendistribusian kali ini, pihak kepolisian mengirim bantuan logistik dengan berat sekitar 300 kilogram, yang mana di antaranya meliputi beras, mi instan, minyak goreng, serta gula.

Dinukil dari Tempo.co, AKBP Wahyu Endrajaya, selaku Kapolres Tapanuli Tengah, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat sejumlah wilayah yang belum bisa diakses, baik itu dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Tidak hanya kendaraan roda empat yang tidak bisa lewat, roda dua pun tidak bisa melintas. Satu-satunya jalur yang mungkin hanya dengan berjalan kaki melewati hutan,” kata Wahyu, dikutip dari Tempo.co.

Pengiriman bantuan logistik untuk para korban terdampak bencana Sumatera dipastikan pihak kepolisian bakal berlangsung secara bertahap sampai dibukanya kembali akses jalur darat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today