Rumah Baru Dibangun di Luar Zona Bencana Untuk Korban Banjir Sumatera

Rumah untuk korban banjir Sumatera akan dibangun di luar zona rawan bencana. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

Rumah untuk korban banjir Sumatera akan dibangun di luar zona rawan bencana, kata Abdul Muhari, kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

“Pertama, status lahan yang jelas (clean and clear) dan berada di luar zona rawan bencana guna menghindari risiko di masa depan,” kata Abdul Muhari saat konferensi pers secara virtual, Senin (22/12/2025).

Pemerintah mulai membangun hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) untuk korban banjir Sumatera dengan cepat.

“Memasuki fase akhir tanggap darurat, pemerintah mulai mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” kata Muhari.

Di Aceh, lima kabupaten/kota telah memulai pembangunan, dan di Sumatera Utara, tiga kabupaten/kota telah memulai peletakan batu pertama.

Selanjutnya, pembangunan di enam kabupaten dan kota di Sumatera Barat telah memasuki tahap pematangan lahan.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi seluruh kabupaten/kota agar proses transisi dari darurat menuju pemulihan dini dapat selesai pada akhir Desember ini,” ucapnya.

Menurut Abdul, dia berharap warga terdampak sudah dapat pindah ke hunian sementara sebelum bulan Ramadhan 2026.

“Proses pembersihan lahan juga telah tuntas dan roda ekonomi masyarakat dapat mulai kembali bergulir,” jelasnya.

Dukungan dalam hal logistik

Untuk diketahui, 1.297 ton dukungan logistik nasional telah dikirim dari Halim, dengan 1.252 ton sudah didistribusikan dan sekitar 40 ton tetap sebagai stok penyangga.

Pembangunan di enam kabupaten dan kota di Sumatera Barat telah memasuki tahap pematangan lahan. (Sumber Foto : BNPB)

Di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, distribusi melalui jalur darat telah mencapai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, yang berarti pengiriman bantuan menjadi lebih efisien.

Untuk daerah Aceh, bantuan didistribusikan secara bertahap melalui helikopter dan pesawat kargo dari pangkalan udara, dengan memberikan bantuan ke posko kabupaten/kota.

Warga di wilayah terpencil seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah yang tidak memiliki akses langsung ke jalur udara harus mendapatkan bantuan langsung melalui jalur udara secara teratur. Personel TNI dan Polri mengirimkan koordinat lokasi pengungsian setiap hari.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today