Pulihkan Sejumlah Faskes yang Rusak Akibat Bencana Sumatera, Kemenkes Bakal Siapkan Dana Rp 500 M

Kemenkes sebut biaya pemulihan seluruh faskes yang rusak akibat bencana Sumatera bakal ditanggung pemerintah. (Source: RRI/Aditya Prabowo)
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Biaya pemulihan seluruh fasilitas kesehatan yang telah mengalami berbagai kerusakan akibat hantaman bencana banjir serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, bakal ditanggung oleh pemerintah, ungkap Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan, menyampaikan bahwa seluruh biaya yang bakal dikeluarkan untuk memulihkan sejumlah faskes yang terdampak bersumber dari anggaran belanja negara.

Budi mengatakan bahwa sebelumnya Kemenkes telah mengeluarkan dana lebih dari Rp 50 miliar untuk melakukan pemulihan tahap awal yang berlangsung selama satu bulan terakhir.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, seluruh biaya pemulihan ini bakal bersumber dari anggaran belanja negara. (Source: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Mengutip Tempo.co, saat ini Kemenkes juga tengah mengajukan anggaran tambahan yang berjumlah sebanyak Rp 500 miliar untuk pelaksanaan tahap selanjutnya.

“Kita sudah mengajukan anggaran sekarang sekitar Rp 500 miliar untuk revitalisasi tahap tiga,” kata Budi melalui konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, hari Rabu, 7 Januari 2026, dilansir dari Tempo.co.

Budi menyampaikan bahwa nantinya dana anggaran tersebut bakal digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap sejumlah bangunan fasilitas kesehatan serta membeli peralatan yang telah rusak.

Dikabarkan bahwa hingga saat ini ada sekitar 87 rumah sakit yang mengalami kerusakan akibat dampak dari bencana di Pulau Sumatera, dengan sembilan di antaranya terkena dampak paling parah.

“Sembilan rumah sakit ini banjirnya setinggi pinggang lebih. Benar-benar alatnya saja sudah enggak karu-karuan,” kata Budi, dalam laman Tempo.co.

Selain rumah sakit, Budi mengatakan bahwa terdapat sebanyak 867 puskesmas yang juga mengalami berbagai macam kerusakan, dengan 152 di antaranya terdampak paling parah.

Budi menjelaskan bahwa bencana banjir serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, telah merusak ratusan alat kesehatan serta laboratorium yang dimiliki oleh sejumlah rumah sakit.

Dinukil dari Tempo.co, berbagai peralatan kesehatan penting seperti mesin Computed Tomography Scan (CT scan) serta Magnetic Resonance Imaging (MRI) juga banyak yang sudah tidak bisa digunakan kembali akibat dampak dari bencana tersebut.

“Nah alat kesehatan yang mahal mahal seperti CT scan, MRI, dan alat itu rusak kan butuh miliaran. Nah itu lagi kirim teknisi untuk lihat mana saja yang rusak. Mana yang harus diperbaiki dan mana yang diganti,” ucap Budi, dikutip dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today