Kementan Temukan Adanya 1.000 Ton Beras yang Diduga Ilegal di Kepulauan Riau

Kementan temukan adanya 1.000 ton beras yang diduga ilegal di Kawasan Bea Cukai, Karimun, Kepulauan Riau. (Source: Kabarika.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 25 Second

Pada hari Senin, 19 Januari 2026, telah ditemukan adanya 1.000 ton beras yang diduga merupakan barang selundupan di Kawasan Bea Cukai, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, ungkap Andi Amran Sulaiman, selaku Menteri Pertanian.

“Ini (pelaku) ditangkap dan kami minta itu ditindak tegas,” kata Amran Sulaiman melalui keterangan tertulis, hari Senin, dikutip dari Tempo.co.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut, ribuan ton beras yang diduga ilegal itu telah disita aparat. (Source: Waspada.id)

Amran menyampaikan pernyataan tersebut ketika tengah melakukan pemeriksaan terhadap ribuan ton beras yang diduga ilegal itu.

Dilansir dari Tempo.co, Amran Sulaiman menyatakan bahwa kini pihak aparat telah menyita ribuan ton beras yang diduga ilegal itu.

Dilaporkan bahwa sejumlah beras diduga ilegal itu dibawa dengan menggunakan enam kapal yang hendak dikirim dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, menuju ke wilayah Palembang, Sumatera Selatan.

Amran mengaku bahwa dirinya merasa ganjil dengan tujuan pengiriman ribuan ton beras tersebut. Hal ini dikarenakan menurutnya, produksi beras di Palembang jumlahnya telah mencapai 3,5 juta ton, dengan surplus sebanyak 1,1 juta ton.

Amran juga sempat membicarakan pernyataan yang sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan yang telah dicapai Indonesia.

“Jangan mengganggu swasembada kita, ini pengkhianat bangsa, menurut saya,” ungkap Mentan Amran, dinukil dari Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, Badan Pangan Nasional atau BPN memaparkan salah satu bukti pencapaian swasembada beras yaitu kondisi surplus produksi yang telah melampaui keperluan konsumsi nasional.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik atau BPS, pada tahun 2025 surplus produksi terhadap konsumsi beras jumlahnya telah mencapai hingga 3,52 juta ton, yang di mana angka tersebut diperoleh dari total produksi sebesar 34,71 juta ton yang dinilai sudah melewati keperluan konsumsi, yakni sebanyak 31,19 juta ton.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today