Di Lapangan Kantor Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (21/1/2026), Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.
Termasuk dalam bantuan ini adalah 100 paket air mineral, 65 paket mi instan, 13 karung beras seberat 50 kilogram (kg), 20 unit cangkul, dan 10 unit gerobak dorong. Bantuan diberikan untuk mempercepat pemulihan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak bencana.

Selain itu, Tito memberikan sejumlah besar bahan pokok dan pakaian, termasuk kelambu, pakaian anak, mukena, selimut, masker, dan perlengkapan kebersihan. Menteri Dalam Negeri itu menyatakan bahwa Pidie Jaya adalah salah satu daerah yang terkena dampak terburuk.
Hingga Rabu, 21 Januari 2026, masih terdapat tumpukan lumpur di berbagai fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta beberapa jalan yang terputus dan belum sepenuhnya diperbaiki.
Namun, situasi saat ini di daerah yang terkena dampak mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang positif. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang cukup, serta aliran listrik dan jaringan internet yang sudah kembali lancar, menunjukkan hal ini.
Tito juga berkomitmen untuk mempercepat pengembalian dana transfer ke daerah (TKD) kepada daerah yang terkena dampak, yang termasuk pemerintah daerah di Provinsi Aceh.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengesahkan pengembalian TKD ke wilayah yang terdampak di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
“Jadi intinya adalah menambah keuangan provinsi, kabupaten, dan kota. Untuk Aceh, ini lebih kurang hampir Rp 1,6 triliun, dengan rincian Rp 800 miliar adalah di provinsi, Rp 800 miliar lagi di kabupaten dan kota,” jelas Tito.
Dia berharap peningkatan dana akan membantu daerah terdampak memenuhi beberapa kebutuhan dasar mereka.
Sementara itu, pemerintah pusat terus menangani masalah yang membutuhkan biaya besar, seperti membangun atau memperbaiki jembatan dan jalan.
Kunjungan Muhammad Tito Karnavian, Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, ke Pidie Jaya adalah bagian dari rencana untuk memeriksa kemajuan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, dan Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri hadir pada kesempatan tersebut.






