Prabowo: Jika Dikelola dengan Baik, Dana Umat Bisa Capai Rp 500 Triliun

Prabowo Subianto menyatakan bahwa dia menerima informasi dari Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai kemungkinan dana umat. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa dia menerima informasi dari Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai kemungkinan dana umat.

Laporan tersebut menyatakan bahwa, jika dikelola dengan baik, pengumpulan dana umat dapat mencapai minimal Rp 500 triliun per tahun.

“Saya diberi laporan oleh Menteri Agama kalau dana umat semua dikelola dengan baik itu bisa jumlahnya itu minimal Rp 500 triliun satu tahun,” kata Prabowo dalam taklimatnya di acara doa bersama dan pengukuhan pengurus MUI 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Akibatnya, ia menyambut baik pembentukan organisasi yang bertanggung jawab untuk mengelola dana umat untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Dia berharap organisasi tersebut dapat memaksimalkan potensinya.

“Kalau tidak salah nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat,” bebernya.

Pada saat yang sama, ia juga menekankan betapa pentingnya persatuan antara ulama dan umarah (pemerintah atau penguasa) sebagai dasar kebangkitan Indonesia.

Ia berharap para ulama mendukung berbagai program pemerintah yang bermanfaat, salah satunya untuk memerangi korupsi.

“Kita harus menjaga republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia,” beber Prabowo.

Jika dikelola dengan baik, pengumpulan dana umat dapat mencapai minimal Rp 500 triliun per tahun. (Sumber Foto : Bisnis.com)

Tidak diragukan lagi, Prabowo mengakui bahwa upaya itu berat. Menurut mantan Menteri Pertahanan (Menhan) ini, selalu ada orang yang mengganggu dan menyerang pemerintah dengan membuat kerusuhan dan mengadu domba.

“Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau mendekatkan hukuman, kita mau mendekatkan keadilan, kita mau mendekatkan hukum, tiap kali kelompok koruptor, garong-garong ini menyerang balik,” jelasnya.

Menurutnya, para koruptor tidak ingin pemerintah Indonesia bersih, tetapi sebagai presiden, ia bertekad untuk tetap membersihkannya.

“Saya telah disumpah di hadapan rakyat, saya disumpah untuk menegakkan hukum, untuk menegakkan Undang-Undang Dasar kita, untuk menegakkan segala perundang-undangan. Karena itu, saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur,” tutur dia.

“Dan hari ini, terima kasih. Terima kasih Majelis Ulama Indonesia telah memberi kepada saya suntikan keberanian. Dan saya menjadi lebih berani, lebih yakin bahwa ulama umarah bersatu, kita akan menegakkan keadilan di bumi Indonesia ini,” tandasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today