Seorang Perempuan di Bangladesh Meninggal Dunia Akibat Tertular Virus Nipah

WHO melaporkan, telah terjadi sebuah insiden kematian akibat penularan infeksi virus Nipah di Bangladesh utara. (Source: En.somoynews.tv)
0 0
Read Time:1 Minute, 19 Second

Dikabarkan bahwa telah terjadi sebuah insiden kematian akibat penularan infeksi virus Nipah pada bulan Januari 2026, yang menimpa seorang perempuan di Bangladesh utara, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada hari Jumat, 6 Februari 2026.

Hampir setiap tahunnya terdapat laporan mengenai kasus penyebaran virus Nipah di Bangladesh, yang mana hal ini membuat sejumlah wilayah di Asia mulai memperketat proses pemeriksaan di seluruh bandara.

Penularan virus Nipah bersumber dari sejumlah produk yang telah terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi. (Source: Ilustrasi/Lifestyle.bisnis.com)

Dilansir dari Tempo.co, pasien yang tertular oleh virus Nipah di Bangladesh itu memiliki rentang usia antara 40 hingga 50 tahun.

Dalam laporan tersebut, WHO menjelaskan bahwa pasien telah mengalami berbagai gejala virus Nipah, seperti demam serta sakit kepala yang diiringi dengan hipersalivasi, disorientasi, hingga kejang.

Ketika dilakukan proses pemeriksaan, pasien yang telah tewas akibat tertular virus itu tidak memiliki riwayat perjalanan, namun ia memiliki riwayat memakan getah kurma mentah.

WHO menyampaikan bahwa sebanyak 35 orang yang sebelumnya telah berkontak langsung dengan pasien itu telah menjalani tes virus Nipah dengah hasil yang menyatakan negatif.

Sekadar informasi, penularan virus Nipah diketahui bersumber dari sejumlah produk yang sebelumnya telah terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi, salah satu di antaranya seperti buah-buahan.

Mengutip Tempo.co, sejumlah negara di Asia, meliputi Thailand, Malaysia, Indonesia, hingga Pakistan, telah melakukan proses pemeriksaan suhu di bandara usai ditemukannya kasus penularan virus tersebut di Benggala barat, India.

Berdasarkan sejumlah informasi yang didapat saat ini, WHO menyebut bahwa risiko penyebaran infeksi virus dalam skala internasional dianggap rendah, sehinga mereka belum memberikan rekomendasi untuk membatasi perjalanan maupun perdagangan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today