Dilaporkan bahwa proses pendirian lima Sekolah Rakyat permanen di wilayah Jawa Timur ditargetkan bakal selesai pada tahun 2026 oleh Kementerian Pekerjaan Umum atau PU.
Pendirian lima Sekolah Rakyat ini dikabarkan telah menyerap anggaran hingga mencapai sebesar Rp 1,165 triliun, yang mana dijadwalkan operasionalnya dapat di mulai pada tahun ajaran 2026–2027.

“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, hari Senin, 9 Februari 2026, dilansir dari Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, Sekolah Rakyat ini didirikan di lima lokasi yang terdapat di sekitar wilayah Jawa Timur, seperti Kabupaten Gresik, Tuban, Sampang, Jombang, dan Kota Surabaya.
Dikabarkan bahwa biaya pendirian Sekolah Rakyat ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak yang totalnya mencapai hingga sebesar Rp 1,165 triliun.
Dody mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 didesain untuk dijadikan sebagai kawasan pendidikan terpadu, yang mana area ini tidak hanya berisikan gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, serta SMA saja, namun juga bakal memiliki sejumlah fasilitas pendidikan lainnya.
Dinukil dari Tempo.co, berbagai fasilitas pendidikan yang rencananya bakal di bangun di area tersebut meliputi asrama siswa putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, masjid dan rumah ibadah, lapangan olahraga, lapangan upacara, kantin, ruang terbuka hijau, dan sistem pengolahan air limbah atau IPAL.
Dengan begitu, Sekolah Rakyat ini diharapkan tidak hanya dijadikan sebagai tempat untuk proses belajar dan mengajar saja, namun juga lingkungan yang bisa memberikan dukungan terhadap pembentukan karakter serta kemandirian para siswa.





