Program MBG Wamenaker Targetkan 1,7 Juta Orang Sampai 2026

(MBG) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan jumlah pengangguran di Indonesia. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Menurut Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, program Makan Begizi Gratis (MBG) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan jumlah pengangguran di Indonesia.

Dia mencatat tingkat pengangguran saat ini sekitar 7,4 juta orang, atau 4,5 persen.

Afriansyah menyatakan bahwa satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menampung sekitar lima puluh orang.

Sementara jumlah SPPG di Indonesia saat ini sekitar 15.000, dan akan meningkat menjadi 22.000 pada tahun 2021.

“Jadi kalau satu SPPG saja rata-rata 47 orang atau 50 orang itu dikali sekarang ini ada 15.000 yang ditargetkan 22.000 itu tentunya membantu untuk mengentaskan pengangguran,” kata Afriansyah dalam kunjungannya ke SPPG Sondakan 1 di Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2026).

Afriansyah menekankan bahwa evaluasi dan pemantauan program MBG setiap hari sangat penting.

Hal ini penting dilakukan karena sebagai pelayanan, program MBG harus diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

“Kami dari Kementerian menekankan agar seluruh SPPG yang ada dievaluasi dan monitoring setiap hari. Karena ini bentuk pelayanan kepada anak-anak kita yang mendapat MBG setiap hari. Ini penting sekali,” ungkap dia.

“Saya mohon bantuan kepala-kepala daerah untuk membantu memonitoring sehingga bisa menjadi hal yang sangat baik antara pemda, provinsi dan pusat ini terjalin dengan baik. Sehingga yang mungkin ada hambatan yang tidak terinfokan bisa terinfokan,” sambung dia.

Dia menyatakan bahwa pada tahun ini, program MBG diharapkan dapat mempekerjakan 1,5 hingga 1,7 juta orang.

“Belum lagi dampak yang diberikan terhadap musalkan UMKM yang menjual bahan-bahan yang dibutuhkan SPPG,” kata dia.

Jaminan sosial SPPG

Selain itu, Afriansyah menyatakan bahwa untuk memberikan jaminan sosial kepada relawan SPPG, Kementerian Ketenagakerjaan telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jadi bagaimana memberikan fasilitas layanan sosial seperti asuransi itu anak-anak atau relawan yang sudah bekerja di SPPG tadi,” imbuh dia.

Jumlah SPPG di Indonesia saat ini sekitar 15.000, dan akan meningkat menjadi 22.000 pada tahun 2021. (Sumber Foto : Metrotvnews.com)

Menurut Dwi Hidayah, perwakilan Yayasan Raditya Bhakti Nusantara Solo yang mengelola SPPG Sondakan I, SPPG Sondakan 1 telah mempekerjakan 47 karyawan dan relawan.

“Jadi kalau per SPPG relawannya 47, tim BGN tiga dan satu PIC Yayasan,” kata Dwi.

Dwi mengatakan bahwa sejak SPPG Sondakan 1 diaktifkan, itu tetap konsisten dan tidak mengurangi hak penerima MBG.

Hak-hak tenaga kerja tetap dipertahankan.

“Alhamdulillah sampai saat ini Insyaallah semua sudah berjalan lancar. Alhamdulillah juga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan seperti itu. Mudah-mudahan terus selanjutnya zero accident bisa kami wujudkan,” ungkap Dwi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today