Setelah Libur Lebaran, IHSG Meningkat 1,01% ke Level 7.178

(IHSG) meningkat 1,01%, atau 72,10 poin, ke level 7.178,94. (Sumber Foto : Freepik)
0 0
Read Time:3 Minute, 1 Second

Pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat 1,01%, atau 72,10 poin, ke level 7.178,94.

IHSG mengalami penguatan ini setelah sempat dibuka di level 7.084,62 dan bergerak bervariasi di awal sesi. Secara intraday, IHSG sempat melemah hingga menyentuh posisi terendah di 7.057,22, tetapi kemudian berbalik arah dan terus meningkat hingga 7.184,17.

Dari sisi aktivitas, ada 12,75 miliar saham yang ditransaksikan, dengan nilai transaksi sekitar Rp 7,09 triliun dan frekuensi 621.661 kali.

Pergerakan IHSG setelah libur panjang sering dipengaruhi oleh aksi net buy atau net sell investor global . (Sumber Foto : iStockphoto)

Secara keseluruhan, 450 saham naik, 188 saham turun, dan 101 saham tetap.

Hendra Wardana, pengamat pasar modal dan pendiri Republik Investor, berpendapat bahwa pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan akan sangat dipengaruhi oleh sentimen di seluruh dunia dan faktor musiman di dalam negeri.

“Proyeksi pergerakan pasar saham Indonesia setelah libur panjang Nyepi dan Lebaran pada dasarnya masih akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan faktor musiman domestik,” ujar Hendra dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/3/2026).

Dia mengatakan bahwa kondisi global selama periode libur panjang menunjukkan tanda-tanda yang agak positif. Sementara ketegangan geopolitik mereda dan harga energi mulai stabil, pasar saham di Asia dan Amerika Serikat tercatat menguat.

Situasi ini dapat menumbuhkan keyakinan di pasar domestik sebagai katalis awal. Secara historis, IHSG biasanya mengalami pemulihan teknik setelah libur Lebaran karena investor biasanya melakukan profit taking dan menunggu dana kembali ke pasar setelah libur berakhir.

Dengan pola ini, diperkirakan IHSG akan menguat pada perdagangan.

Meskipun demikian, kekuatan ini masih terbatas dan mungkin belum terbentuk sepenuhnya. Secara teknikal, indeks memiliki kemungkinan untuk menguji area penghalang antara 7.150 dan 7.200.

“Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi bergerak menguat pada awal pembukaan pasca libur, namun penguatan tersebut diperkirakan masih bersifat terbatas dan cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan potensi menguji area resistance di kisaran 7.150-7.200,” paparnya.

Sebaliknya, pelaku pasar masih harus mewaspadai sejumlah risiko eksternal. Hendra mengingatkan bahwa IHSG dapat kembali tertekan jika tensi geopolitik meningkat lagi, harga energi melonjak, atau kebijakan suku bunga Federal Reserve AS (Fed) menjadi lebih ketat dari yang diantisipasi.

Dalam situasi seperti itu, indeks bahkan dapat mencapai posisi 7.000, yang merupakan batas penting untuk menjaga tren IHSG tetap dalam fase konsolidasi yang sehat.

Selain itu, pergerakan pasar pada pekan ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas, terutama emas dan energi.

Misalnya, penurunan harga emas seringkali menunjukkan bahwa kekhawatiran pasar mulai mereda dan investor kembali ke aset berisiko seperti saham.

Namun, Hendra berpendapat bahwa investor tetap akan berhati-hati. Pelaku pasar menunggu kejelasan arah kebijakan suku bunga global dan stabilitas geopolitik ke depan, sehingga pasar domestik diperkirakan tidak akan langsung bergerak agresif.

Aktivitas perdagangan diperkirakan belum sepenuhnya pulih dari sisi likuiditas. Dengan suasana lebaran yang masih terasa dan belum kembalinya seluruh pelaku pasar—terutama investor institusi—volume dan nilai transaksi pekan ini diperkirakan masih terbatas.

Ketika situasi ini terjadi, pergerakan indeks menjadi lebih sensitif terhadap aliran dana, sehingga fluktuasi naik-turun indeks dapat terjadi lebih cepat. Investor disarankan untuk lebih cerdas dan tidak terlalu agresif saat bertransaksi jangka pendek.

Melakukan akumulasi bertahap pada saham yang memiliki fundamental kuat, kinerja stabil, dan likuiditas tinggi adalah pendekatan yang paling efektif dalam situasi seperti ini. Investor juga dapat memanfaatkan pemulihan teknikal pada saham-saham yang telah mengalami koreksi yang signifikan sebelumnya.

Hendra menekankan bahwa membeli pada kelemahan secara bertahap, bukan membeli dalam jumlah besar.

Selain itu, karena pergerakan IHSG setelah libur panjang sering dipengaruhi oleh aksi net buy atau net sell investor global, penting untuk memperhatikan pergerakan dana asing.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today