Dikabarkan bahwa pada hari Selasa, 7 April 2026, Gunung Dempo yang lokasinya berada di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, telah meletus.
Dalam letusan kali ini, Gunung Dempo dilaporkan telah mengeluarkan abu vulkanik yang memiliki ketinggian kolom hingga mencapai 2.500 meter di atas puncak kawah.

“Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 56 detik,” ungkap petugas Pos Pengamatan Gunung Api atau PGA Dempo, Wiwit Jlian, melalui laporannya untuk Badan Geologi, dilansir dari Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, laporan tersebut juga mencatat aktivitas kegempaan yang terjadi dalam periode 23 Maret sampai 6 April 2026.
Aktivitas kegempaan Gunung Dempo itu di antaranya seperti satu kali gempa frekuensi rendah, dua kali gempa vulkanik dalam, sekali gempa tektonik lokal, 15 kali gempa tektonik jauh, serta getaran tremor yang berlangsung secara terus-menerus dengan amplitudo 0,5-1,0 mm.
Berdasarkan pemantauan deformasi Gunung Dempo dengan metode sistem navigasi satelit global atau GNSS, Lana Saria, selaku Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, menyampaikan bahwa pada periode tersebut tidak terlihat adanya perubahan secara signifikan.
Namun, menurut pemantauan data tiltmeter milik Stasiun Tugu Rimau yang tercatat sejak 2 April 2026, memperlihatkan adanya peningkatan.
“Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan tekanan pada kedalaman dangkal,” ucap Lana, dalam laman Tempo.co.
Dinukil dari Tempo.co, walaupun demikian, status aktivitas Gunung Dempo hingga saat ini tidak ada kenaikan, yakni tetap berada pada Level II atau Waspada.
Diketahui bahwa pihak terkait telah memberikan imbauan kepada masyarakat serta wisatawan yang berada di sekitar lokasi Gunung Dempo agar tidak mendekati area puncak dalam jarak 1 km, dan arah bukaan kawah dengan jarak 2 km ke sektor utara.





