Pemerintah Memberikan Bansos Rp 483,9 Miliar kepada Korban Bencana di Sumatera

pemerintah telah memberikan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 483,9 miliar kepada para penyintas banjir dan longsor. (Sumber Foto : Dok Satgas PRR)
0 0
Read Time:2 Minute, 34 Second

Hingga saat ini, pemerintah telah memberikan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 483,9 miliar kepada para penyintas banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

“Tepatnya total dana tersalur dari data laporan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera per 6 April 2026 sebesar Rp 483.959,85 miliar,” tulis Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Kamis (9/4/2026), dikutip dari Antara.

Oleh karena itu, untuk membantu orang-orang yang terkena dampak bencana banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut, Satgas PRR terus mengirimkan berbagai jenis bansos dengan cepat.

Bantuan jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, serta stimulan sosial dan ekonomi.

Untuk mempercepat pemulihan dan memenuhi kebutuhan ekonomi mereka yang terkena dampak bencana, paket bantuan ini diberikan.

“Hingga 6 April itu, penyaluran bantuan jadup, isi hunian dan stimulan ekonomi telah menjangkau 60.373 jiwa dari total alokasi 66.008 jiwa yang direncanakan,” tulis Satgas PRR.

Aceh memiliki tingkat realisasi tertinggi, dengan 47.483 orang menerima bantuan dan total dana mencapai Rp 366.298 miliar.

Di Sumut, 11.091 orang telah menerima bantuan, dengan dana total Rp101.371,3 miliar. Di Sumbar, 1.799 orang telah menerima bantuan, dengan dana total Rp16.290,550 miliar.

Selama tiga bulan, skema penyaluran jadup memberikan Rp 15.000 per kepala keluarga per hari, skema bantuan isi hunian memberikan Rp 3 juta per kepala keluarga, dan skema stimulan sosial dan ekonomi memberikan Rp 5 juta per keluarga.

Untuk menjamin keberlangsungan hidup penyintas bencana, skema bantuan pascabencana termasuk bantuan jadup, isi hunian, dan stimulan ekonomi.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proses pemulihan mencakup infrastruktur fisik dan daya beli masyarakat yang perlu diperbaiki setelah bencana.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas bencana, Satgas PRR juga memberikan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada penyintas bencana yang tidak memilih tinggal di hunian sementara.

Bantuan DTH diberikan sebesar Rp 600.000 setiap bulan selama tiga bulan, sehingga setiap kepala keluarga menerima total Rp 1,8 juta.

Transfer yang diterima

Saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana, dengan 14.775 penerima di tiga provinsi menerima penyaluran 100%.

Di Aceh, 8.709 orang menerima bantuan, sedangkan di Sumut 4.162 orang, dan di Sumbar 1.904 orang.

Satgas PRR terus mengirimkan berbagai jenis bansos dengan cepat. (Sumber Foto : Antara)

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menyatakan saat meninjau penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, bahwa berbagai bantuan diberikan kepada penyintas bencana bersama dengan pembangunan hunian yang layak.

Tito mengatakan bahwa penyintas bencana akan menerima lauk-pauk senilai Rp 15.000 per hari selama tiga bulan selama huntap belum selesai dibangun.

Metode ini disesuaikan dengan tujuan untuk membangun huntap, yang diperkirakan akan memakan waktu tiga hingga empat bulan.

“Selama huntap belum jadi, masyarakat jangan khawatir, karena ada huntara. Nanti, dana uang lauk pauk sebesar Rp 15.000 per orang per hari tetap jalan terus. Kalau huntap belum jadi tiga bulan, tetap saja akan (dilanjutkan) diberikan,” kata Tito di Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today