Pada hari Kamis pagi, 16 April 2026, sekitar pukul 06.21 WIB, Gunung Semeru yang lokasinya berada di perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan telah kembali mengalami peristiwa erupsi.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Pos Pengamatan Gunung Semeru, terlihat kolom abu vulkanik dengan ketinggian mencapai hingga sekitar 1.200 meter di atas puncak telah dimuntahkan oleh gunung tersebut.
Dilansir dari Tempo.co, Liswanto, selaku petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, mengungkapkan bahwa kolom abu vulkanik yang telah dimuntahkan itu terlihat memiliki warna putih hingga kelabu mengarah ke timur laut.

“Saat ini Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga),” kata Liswanto dalam laporannya, hari Kamis, dikutip dari Tempo.co.
Menurut hasil data kegempaan yang telah tercatat dalam enam jam terakhir, Pos Pengamatan Gunung Semeru melaporkan adanya beberapa kegempaan yang terjadi, meliputi 19 kali gempa letusan/erupsi beramplitudo 10-22 mm dengan durasi 81-189 detik, serta 3 kali gempa embusan beramplitudo 2-6 mm dengan durasi 46-118 detik.
Kemudian, teramati adanya 1 kali gempa harmonik beramplitudo 1 mm dengan durasi 448 detik, dan 2 kali gempa tektonik jauh beramplitudo 3-22 mm, S-P 15-29 detik dengan durasi 51-192 detik.
Dikabarkan bahwa Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi atau PVMBG telah memberikan imbauan kepada masyarakat maupun para pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, tepatnya sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 km dari puncak.
Mengutip Tempo.co, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan dikarenakan memiliki potensi terdampak perluasan awan panas serta aliran lahar, dan tidak beraktivitas dalam jarak 5 km dari puncak Gunung Semeru dikarenakan bahaya lontaran batu atau pijar.
Selain itu, PVMBG meminta agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi terjadinya awan panas, guguran lava, serta lahar yang melanda sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, hingga Besuk Sat.






