Trump Memperpanjang Gencatan Senjata Lebanon-Israel Selama Tiga Pekan

Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Lebanon dan Israel akan diperpanjang selama tiga pekan. (Sumber Foto : AFP)
0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

Kamis, 23 April, usai pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Lebanon dan Israel akan diperpanjang selama tiga pekan.

Di Ruang Oval, duta besar Israel untuk AS Yechiel Leiter dan duta besar Lebanon untuk AS Nada Moawad menghadiri pertemuan kedua, yang dimediasi oleh Washington.

“Pertemuan berjalan sangat baik! Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantunya melindungi diri dari Hizbullah,” tulis Trump dikutip dari Reuters, Jumat (24/4).

Israel memulai serangan, yang mengakibatkan kematian hampir 2.500 orang. (Sumber Foto : Reuters)

Trump berharap dapat segera mengadakan pertemuan di Gedung Putih dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Pembicaraan pekan lalu antara dua duta besar di Washington menghasilkan gencatan senjata yang direncanakan berakhir pada Minggu. Meskipun bentrokan terus terjadi di Lebanon selatan, kesepakatan itu disebut menurunkan tingkat kekerasan secara signifikan.

Zone penyangga yang didirikan oleh pasukan Israel tetap berada di bawah kontrol mereka. Meskipun demikian, Hizbullah, yang didukung oleh Iran, menyatakan bahwa mereka memiliki “hak untuk melawan” pasukan yang berkuasa.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, dan Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa.

Hizbullah Meminta Patuh Penuh Israel

Hassan Fadlallah, anggota parlemen Hizbullah, menyatakan bahwa organisasinya ingin gencatan senjata berlanjut, tetapi dengan kepatuhan penuh dari Israel.

Ia menolak untuk berbicara secara langsung dan meminta pemerintah Lebanon menghentikan semua kontak langsung dengan Israel.

Setelah serangan Hizbullah pada 2 Maret, Israel memulai serangan, yang mengakibatkan kematian hampir 2.500 orang, menurut otoritas Lebanon.

Saat ini, Israel masih menduduki wilayah Lebanon selatan, yang berjarak sekitar lima hingga sepuluh kilometer dari perbatasan. Tujuannya adalah untuk melindungi wilayah utara Israel dari serangan roket Hizbullah.

Disebutkan bahwa Lebanon akan mendorong penarikan pasukan Israel, pemulangan tahanan Lebanon, dan penetapan batas darat antara kedua negara.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today