Apa Manfaat Dari Vaksinasi TBC Bill Gates yang Diuji di Indonesia?

Indonesia adalah tempat uji coba vaksin TBC yang dikembangkan oleh Bill & Melinda Gates Foundation. (Sumber Foto : radarkedirijawapos.com)
0 0
Read Time:3 Minute, 30 Second

Indonesia adalah tempat uji coba vaksin TBC yang dikembangkan oleh Bill & Melinda Gates Foundation.

Ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto setelah menerima kunjungan Bill Gates, pendiri Microsoft, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (7/5/2025).

“Beliau sedang mengembangkan vaksin TBC untuk dunia, tetapi Indonesia akan menjadi salah satu tempat uji coba. Kita mengetahui bahwa TBC memakan korban yang cukup besar di negara kita, dengan angka kematian hampir 100.000 setiap tahunnya,” kata Prabowo.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang uji coba vaksin TBC yang sedang dilakukan di Indonesia, termasuk tentang spekulasi yang beredar di masyarakat.

Budi mengatakan bahwa vaksin tersebut diberikan secara gratis, dan bahwa peneliti Indonesia terlibat dalam pengembangannya menunjukkan bahwa negeri ini terlibat dalam inovasi medis di seluruh dunia.

“Cacar itu banyak benar yang meninggal dulu. Hilangnya gimana? Divaksin. Jadi, vaksin itu terbukti secara ilmiah menurunkan kematian,” kata Menkes, saat melakukan kunjungan kerja di Semarang, Jumat (9/5/2025).

“Jadi, kalau ada orang bilang, ‘jangan divaksin’, jahat lu kata saya. Dan teman-teman jangan termakan konspirasi itu,” tambah Budi.

Diawasi oleh berbagai pihak

Sementara itu, vaksin TBC yang dikembangkan oleh Bill Gates sedang diuji klinis, menurut Hasan Nasbi, Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO).

Bahkan World Health Organization (WHO), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rumah sakit (RS), dan beberapa universitas mengawasi uji klinis tersebut, katanya.

“Jadi, ini di bawah pemantauan WHO, di bawah pemantauan berbagai organisasi, kementerian kesehatan, rumah sakit, universitas, banyak sekali yang memantau standardisasi pelaksanaan uji klinis ini,” kata Hasan, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025).

Hasil uji klinis vaksin TBC yang dikembangkan oleh Gates Foundation telah menunjukkan keamanannya, kata Hasan.

Dia menyatakan bahwa uji klinis berbeda dari uji coba karena telah mencapai tahap ketiga.

“Menteri Kesehatan sudah menerangkan bahwa ini uji klinis tahap 3. Artinya, vaksinnya sudah dijamin aman. Karena sudah melewati tahap praklinis, tahap 1, tahap 2. Sekarang untuk menguji berapa persen yang sembuh dengan menggunakan vaksin ini,” ujar dia.

Vaksin TBC yang dikembangkan oleh Bill Gates sedang diuji klinis, menurut Hasan Nasbi, Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO). (Sumber Foto : Kompas.com)

Selain itu, Hasan menekankan bahwa uji klinis vaksin TBC hanya akan melibatkan peserta, bukan masyarakat umum.

“Ini kan diuji ke partisipan-partisipan yang memang dibutuhkan untuk pengujian ini. Artinya mau dites nih orang yang sakit ini. Orang yang sedang sakit diuji dengan ini, sembuh enggak,” kata dia.

Keuntungan bagi Indonesia

Setelah terpilih sebagai lokasi uji klinis vaksin TBC, Indonesia mendapat manfaat, kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Budi mengatakan bahwa Indonesia dapat mendapatkan teknologi vaksin tersebut karena banyak ilmuwan Tanah Air terlibat dalam prosesnya.

“Kita bisa mendapatkan akses terhadap teknologi vaksin ini. Karena ilmuwan-ilmuwan kita kan dilibatkan. Ini kerja sama dengan UNPAD dan Universitas Indonesia,” kata Budi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Menurut Budi, Indonesia dapat mencapai kesepakatan agar vaksin dapat diproduksi lebih cepat di Bio Farma jika vaksinnya sudah siap.

Dia juga menyatakan bahwa TBC adalah penyakit menular pembunuh nomor satu di Indonesia, membunuh 100.000 orang setiap tahunnya.

Ini adalah angka yang lebih besar daripada kasus COVID-19 dalam lima tahun terakhir.

“Gates Foundation sudah membiayai negara-negara vaksin TBC yang baru, terutama untuk Amerika Latin, Asia, dan Afrika. Ini negara-negara miskin yang banyak TBC. Dia bikin vaksin itu sekarang sudah ada dan sedang clinical trial level 3. Dulu ada clinical trial level 1, level 2, level 3 dan yang terakhir. Itu dilakukan di 7 negara, salah satunya di Indonesia, vaksinnya sudah ada,” ujar dia.

“Itu dicobakan di tujuh negara ini untuk melihat efikasi dan keamanannya. Jadi, safety dan efikasinya. Diharapkan nanti di akhir 2028 itu bisa keluar,” kata Menkes.

Akibatnya, Budi menyatakan bahwa Indonesia tertarik untuk menjadi lokasi uji klinis tingkat 3 vaksin TBC.

Dia menyatakan bahwa dengan melakukan uji klinis tingkat 3 ini, Indonesia juga dapat mengetahui lebih awal tentang kecocokannya dengan populasi.

Selain itu, Budi berbicara tentang seberapa efektif vaksin saat Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 beberapa tahun sebelumnya.

“Covid-19 berhenti karena apa? Karena vaksin. Jadi, semua penyakit menular yang pernah menyerang kita secara drastis seperti cacar dan Covid, itu bisa berhenti karena ada vaksin, bukti ilmiahnya. Jadi vaksin itu sangat dibutuhkan untuk bisa mengurangi penyakit menular,” ucap dia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today