Diketahui bahwa keracunan makanan adalah salah satu gangguan kesehatan yang timbul akibat melakukan pengonsumsian terhadap makanan yang tercemar oleh mikroorganisme berbahaya, meliputi di antaranya yaitu bakteri, virus, ataupun zat beracun.
Makanan yang menjadi perantara dari penularan organisme berbahaya tersebut umumnya berasal dari bahan pangan yang tidak dimasak secara sempurna atau bahkan masih dalam keadaan mentah, contohnya seperti ikan mentah, buah-buahan serta sayuran yang belum dicuci dengan bersih, dan telur mentah.
Dikarenakan beragamnya mikroorganisme yang dapat mengakibatkan keracunan makanan, gejala yang timbul pun bisa memiliki perbedaan, baik dari segi jenis maupun tingkat keparahannya.

Dilansir dari tempo.co, berikut merupakan sejumlah tanda paling umum yang menjadi gejala dari seseorang terkena keracunan makanan.
- Demam
Peningkatan pada suhu tubuh menjadi salah satu respons alami yang dilakukan oleh sistem imun pada saat mendeteksi adanya infeksi. Kondisi tersebut diakibatkan oleh zat pemicu demam (pirogen) yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh atau secara langsung dari bakteri yang berasal dari makanan yang tercemar. Demam merupakan salah satu indikator awal ketika tubuh tengah melakukan perlawanan terhadap zat asing.
- Diare
Diare merupakan salah satu gejala paling umum yang terjadi ketika mengalami keracunan makanan. Diare biasanya sering disertai dengan munculnya gejala lain, seperti perut terasa mulas, kembung, ataupun nyeri. Hal itu terjadi dikarenakan tubuh tengah kehilangan cairan dalam jumlah yang banyak, mengakibatkan terjadinya peningkatan akan risiko terkenanya dehidrasi.
- Sakit kepala
Walaupun menjadi salah satu kondisi umum, sakit kepala kerap kali muncul dalam sejumlah kasus keracunan makanan. Umumnya, sakit kepala disebabkan karena tubuh mengalami dehidrasi, kelelahan, atau stres akibat reaksi yang diberikan oleh tubuh ketika mengonsumsi makanan yang tercemar.
- Nyeri serta kram pada bagian perut
Biasanya, nyeri pada bagian perut dirasakan di area tengah tubuh, yakni antara tulang rusuk dan panggul. Mikroorganisme yang menjadi penyebab dari keracunan makanan bisa menghasilkan toksin yang mampu untuk mengiritasi sistem pencernaan, terutama di bagian lambung serta usus. Biasanya nyeri perut juga disertai dengan kram, dikarenakan otot perut mengalami kontraksi untuk mempercepat proses pembuangan zat asing dari dalam tubuh.








