Elon Musk mengumumkan rencananya untuk membawa manusia ke Mars. Sebelum rencana besar itu selesai, ia berencana meluncurkan kapal angkasa tanpa awak pada akhir tahun 2026.
Beberapa hari yang lalu, pesawat luar angkasa Starship, yang dibangun oleh SpaceX, mengalami kegagalan dalam uji coba kesembilannya setelah terbakar di atmosfer di atas Samudra Hindia.
Namun, Musk tampaknya tidak berhenti mengeksplorasi permukaan Mars setelah kegagalan tes tersebut.
Rencananya, peluncuran untuk mengirim manusia ke Planet Merah akan dilakukan tepat ketika Bumi dan Mars berada pada posisi orbit yang ideal, yang terjadi setiap 780 hari. Ini dilakukan untuk menghemat energi karena kedua planet berada pada jarak yang cukup dekat satu sama lain.
Sebelum mengirim manusia, Musk berencana mengirim lima wahana antariksa tanpa awak ke Mars pada November 2026, dengan peluang 50/50.
Kemudian, pada periode kedua (20 wahana pada tahun 2028–2029), pada periode ketiga (100 wahana pada tahun 2030–2031), dan pada tahun 2033, Musk berencana mengirim 500 wahana ke Mars. Penumpang pertama adalah robot Optimus yang dapat dikontrol dari jarak jauh.
Ada ratusan wahana yang dikirim ke Mars dengan tujuan membawa sebanyak mungkin material ke planet agar dapat bertahan hidup sendiri, dan peluncuran berikutnya pada tahun 2028 mungkin memiliki manusia di dalamnya, atau mungkin hanya robot. Saya tidak tahu berapa banyak bahan yang diperlukan.
“Dugaan saya sekitar 1 juta ton. Mungkin 10 juta ton. Saya harap tidak 100 juta ton,” kata Musk sebagaimana dikutip IFL Science.
Rencana ini akan sangat bergantung pada kemampuan kapal perang untuk melintasi ruang antar-planet, mendarat, dan meluncur kembali. Sampai saat ini, wahana itu belum pernah mendarat di Bumi. Dalam dua pengujian sebelumnya, wahana itu meledak hanya beberapa menit setelah lepas landas.

Musk mengklaim bahwa setiap uji coba Starship memberi tahu kita banyak hal hingga suatu saat nanti kita dapat mengirim ratusan ribu, bahkan jutaan orang ke Mars. Ia mengatakan bahwa Starship dapat membawa siapa pun yang ingin pergi ke Mars, serta semua peralatan yang diperlukan untuk membuat Mars mandiri.
Sebenarnya, cita-cita luhur Musk untuk mengirimkan manusia ke Mars patut dipertanyakan. Pertanyaan utama adalah alasan mengapa orang harus melakukan perjalanan ke Mars? Bagaimana mereka bisa mencapai lokasi tersebut dengan aman? Bagaimana mungkin bagi mereka untuk hidup dengan aman di Mars? Bagaimana Mars bisa menjadi negara mandiri? Apakah rencana ini akan berhasil?
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Musk bukan individu yang memiliki impian untuk pergi ke luar angkasa. Banyak orang lain juga menginginkannya, dan mungkin Anda juga. Namun, jangan lupa bahwa Mars bukanlah surga.
Ia adalah planet dengan iklim ekstrim, dengan gurun dingin yang dikelilingi oleh tanah berbahaya dan radiasi. Bagaimana mungkin bagi penduduk Mars untuk menghindari radiasi? Tinggal di Mars tampaknya tidak masuk akal untuk sementara waktu.
Selain itu, aspek kemandirian merupakan tantangan yang signifikan. Para ahli, termasuk Dr. Kelly dan Zach Weinersmith, membahas masalah yang harus dilewati oleh populasi di luar angkasa, seperti mendapatkan makanan dan mendapatkan perawatan medis.
Namun, yang paling penting saat ini adalah bahwa dalam beberapa bulan mendatang, sebagian kecil dari rencana Musk dapat terwujud jika wahana antariksa Starship berkembang. Maksimal, mereka dapat lepas landas dan kembali mendarat dengan selamat di Bumi.






