Dua Anggota OPM Tewas dalam Pertempuran dengan TNI di Yahukimo

Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (16/6/2025) dini hari, TNI melakukan operasi penindakan, membunuh dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Sumber Foto : Dokumentasi Pusat Penerangan (Puspen) TNI.)
0 0
Read Time:1 Minute, 22 Second

Di Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (16/6/2025) dini hari, TNI melakukan operasi penindakan, membunuh dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Operasi dilaksanakan pada Senin, 16 Juni 2025 sekitar pukul 00.15 WIT, setelah memperoleh informasi dari masyarakat tentang keberadaan empat anggota OPM di salah satu honai di Kampung Ligima,” kata Kepala Pusat PeneranganTNI Mayjen Kristomei Sianturi dalam keterangannya, Selasa (17/6/2025).

“Dalam upaya penangkapan, terjadi kontak tembak singkat di KP. Aleleng yang mengakibatkan dua anggota OPM tewas di tempat dan tidak ada korban jiwa maupun luka di pihak TNI,” ujar dia melanjutkan.

TNI mengatakan dua anggota OPM yang tewas adalah Kodap III Ndugama, yang dipimpin oleh Egianus Kogoya.

Setelah menerima laporan dari masyarakat bahwa empat anggota OPM berada di salah satu honai di Kampung Ligima, Kristomei mengatakan bahwa prajurit TNI melakukan operasi secara terukur dan profesional.

“Operasi penindakan ini dilaksanakan dengan terukur, profesional, dan proporsional,” kata dia.

TNI mengatakan dua anggota OPM yang tewas adalah Kodap III Ndugama, yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. (Sumber Foto : iStock)

Aparat TNI juga mengambil sejumlah barang penting dari lokasi kejadian, termasuk satu pucuk pistol revolver, satu pucuk pistol rakitan, lima butir amunisi kaliber 9 mm, satu unit handy talky (HT), satu unit telepon genggam, satu teleskop optik, dan satu unit alat pengukur jarak Leica 1000 YDSAT.

Kristomei mengatakan bahwa tindakan ini adalah tanggapan terhadap tindakan kekerasan OPM sebelumnya, termasuk perusakan hutan untuk ladang ganja ilegal dan pelecehan terhadap pekerja pembangunan gereja di Wamena.

“Kami mengajak semua pihak yang masih mengangkat senjata untuk menghentikan tindakan kekerasan dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi untuk membangun Papua bersama-sama dalam bingkai NKRI,” ujar dia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today